Potensi Cadangan Besar, Pertamina Lakukan Pengeboran di Blok Nunukan

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 22:07 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang merebak di Tanah Air tidak menyurutkan semangat Tim PHENC dalam memenuhi komitmen pengeboran 2 Sumur Lepas Pantai pada Struktur Parang di tahun 2020. Pengeboran kedua sumur pada Blok Nunukan ini diperkirakan memiliki potensi cadangan yang cukup besar dan menjadi semangat tersendiri bagi tim.

Terkait hal ini, PHENC menggelar acara Doa Bersama dan Peresmian Tajak Sumur Parang dengan manajemen dan pekerja PHE serta PHENC secara daring pada Kamis (21/5). Acara yang juga mengundang berbagai pemangku kepentingan perusahaan seperti SKK Migas perwakilan Kalimantan Sulawesi, pemerintah Pulau Bunyu, dan masyarakat Bunyu ini diikuti dengan khidmat.

"PHENC tetap berkomitmen untuk melakukan pengeboran Struktur Parang di 2020 ini, walaupun tim harus bekerja ekstra keras di tengah keterbatasan yang ada serta kebijakan pusat dan daerah terkait COVID-19 ini, namun tim tetap bersemangat dengan tetap menerapkan Protokol COVID-19 dan Standar HSE ekselen dalam tiap kegiatan operasi," ujar General Manager PHE Eko Rudi Tantoro dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2020).

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Utama PHE Meidawati, Direktur Eksplorasi PHE Abdul Mutalib Masdar, VP Relations PHE Ifki Sukarya, manajemen dan pekerja PHE dan PHENC, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi Syaifudin, Camat Bunyu yang diwakili oleh Husaini bersama Kapolsek Bunyu E. Sihombing, Danramil Bunyu Baharuddin, Danposal Bunyu Anton Ansori, Ka. KUPP Bunyu Abdul Wahid serta segenap elemen masyarakat Bunyu.

Sejalan dengan Eko, Syaifudin juga menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap komitmen PHENC. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan sukses dan memberi manfaat bagi semua elemen.

"SKK Migas Kalimantan Sulawesi menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas komitmen PHENC untuk tetap menjalankan kegiatan operasi di tengah kondisi yang sulit saat ini. Harapan kami tentunya kegiatan berjalan sukses sehingga bisa memberikan manfaat bagi kita semua, bagi masyarakat, perusahaan, dan tentunya negara" tuturnya.

Adapun acara ini diisi dengan diskusi interaktif antara peserta dan kru PHENC yang berada di rig lepas pantai dan di fasilitas shorebase di Malundung, Tarakan. Terekam pula dalam layar Abdul Mutalib Masdar yang antusias ikut mengecek kesiapan pengeboran dan kepatutan dalam berbagai aspek operasi.

"Pengecekan kembali secara menyeluruh atas kesiapan kita di segala aspek sangat penting dilakukan, karena perjuangan teman-teman di lapangan selama 100 hari ini tidaklah mudah, prinsip zero tolerance harus selalu diterapkan" tegasnya.

Pengeboran struktur Parang-2 yang akan memakan waktu pekerjaan sekitar tiga bulan ini telah diresmikan oleh Meidawati untuk dimulai kegiatan tajaknya pada tengah malam di hari yang sama.

"Kami berharap dukungan tiada henti dan doa dari semua pihak termasuk SKK Migas, pemerintah serta masyarakat Bunyu untuk kegiatan pengeboran ini. Para pekerja lapangan ini sejatinya adalah para pahlawan energi, karena bersedia meninggalkan keluarga di tengah kondisi sulit ini, untuk melayani dan melakukan penugasan negara dalam mencari cadangan energi bagi bangsa Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, PHENC juga memberikan secara simbolis bantuan sosial berupa 500 paket sembako yang di peruntukan bagi masyarakat bunyu, terkhusus adalah kaum dhuafa dan anak yatim. Penyerahan bantuan diterima langsung oleh perwakilan Camat Pulau Bunyu, Husaini untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

PHE Nunukan Company adalah anak usaha dari PT Pertamina Hulu Energi, yang merupakan anak usaha hulu PT Pertamina (Persero) dan memegang hak eksplorasi migas di Blok Nunukan, berlokasi di 20 km Timur Pulau Bunyu dengan luas sebesar 1229.8 kmĀ².

(prf/ega)