Duka Satpol PP Saat Pandemi: Rentan Terpapar-Hadapi Warga Nekat

Indra Komara - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 18:12 WIB
Satpol PP meminta pengendara motor mengenakan masker saat pemeriksaan kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (13/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mobil dan motor mematuhi aturan PSBB yang diterapkan di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Pemeriksaan Kepatuhan PSBB di Jakarta. (Hafidz Mubarak A/Antara Foto)
Jakarta -

Satpol PP menjadi salah satu garda terdepan di tengah pandemi. Anggota Satpol PP bertugas mencegah penularan dan penyebaran Corona antar warga.

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin, menuturkan, selain petugas medis, anggotanya juga bertanggung jawab meminimalkan penyebaran wabah Corona di wilayah-wilayah Ibu Kota. Sebelum Gubernur Anies Baswedan menerapkan kebijakan PSBB, satpol sudah turun ke kampung-kampung untuk menyosialisasi pencegahan COVID-19.

"Kalau kami gagal, kami jebol, maka semakin banyak orang yang masuk rumah sakit ditangani rekan medis. Makanya kami selalu ingatkan sebelum masa PSBB di DKI, ketika Jakarta ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana COVID-19, kami sudah melakukan patroli sosialisasi imbauan baik menggunakan patroli mobil keliling menggunakan pengeras suara, motor, pasang spanduk, datangi masjid untuk disampaikan lewat pengeras suara, ajak warga tak keluar rumah, menggunakan masker jika keluar rumah, ajak warga menjaga anak tak keluar di rumah, termasuk ingatkan cuci tangan. Itu kita lakukan," ujar Arifin, kepada wartawan, Sabtu (23/5/2020).

Satpol PP juga mengawasi berbagai sektor, baik yang diizinkan maupun yang tidak diizinkan. Oleh karena itu, lanjut Arifin, Satpol PP sudah banyak melakukan penindakan, dari denda hingga penyegelan.

"Kalau bicara dukanya mungkin banyak masyarakat yang luput, tak perhatikan kerja keras kami," ujar Arifin.

Arifin mengatakan personelnya tak mengenal waktu untuk berjibaku mencegah penyebaran dan penularan Corona di wilayah DKI. Sejak pagi hingga malam, petugas Satpol memastikan agar warga patuh atas aturan pemerintah pusat dan daerah. Tak jarang, anggotanya harus menghadapi warga yang tak terima ditegur ketika nekat melanggar aturan.

"Kadang kami harus berhadapan dengan warga yang tak terima ditegur, tak terima ditindak, terkadang juga mereka marah, tapi kami pastikan bahwa untuk anggota kami di Jakarta selalu dipedomani bahwa Satpol PP di Jakarta harus selalu bersahabat dengan warga, harus bisa bermartabat, harus tegas tapi humanis, jadi pendekatannya persuasif, edukatif, komunikatif," terangnya.

Arifin juga menuturkan kinerja Satpol PP tak bisa disamakan dengan aparatur Pemprov DKI yang lain yang bisa bekerja di rumah. Selama pandemi ini, kata Arifin, seluruh personel Satpol PP mengoptimalkan pencegahan di lapangan.

"Kami di lapangan yang termasuk sangat rentan berpotensi terpapar Corona, makanya anggota di lapangan pastikan menggunakan masker, sarung tangan, kacamata supaya beri perlindungan saat tugas. Mereka bisa istirahat, kami semalam bergerak pulang malam, besok harus kerja lagi, tak kenal hari libur, kami bergerak di depan, itu yang kami lakukan di Saptol PP yang mungkin luput dari pandangan masyarakat kita," jelas dia.

(idn/idh)