Ustaz Abdul Somad & Lainnya Beri Tips Silaturahmi Idul Fitri Saat Pandemi

Niken Widya Yunita - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 13:40 WIB
Ustaz Abdul Somad (UAS) meninggalkan gedung KPK. Ia mengatakan kehadirannya untuk mengisi tausiyah tentang penguatan mental di tubuh lembaga antirasuah itu.
Foto: Ari Saputra/Ustaz Abdul Somad & Lainnya Beri Tips Silaturahmi Idul Fitri Saat Pandemi
Jakarta -

Silaturahmi Idul Fitri tahun ini berbeda karena adanya pandemi corona. Ustaz Abdul Somad memberikan tips silaturahmi Idul Fitri saat kita di rumah saja.

Menurut Ustaz Abdul Somad, saat Idul Fitri berjalan normal, sunah hukumnya untuk jalan menuju masjid atau tanah lapang untuk sholat Idul Fitri. Lalu kita kembali ke rumah dengan berjalan kaki kembali.

Tujuannya agar kita bertemu dengan banyak orang untuk silaturahmi. Namun saat pandemi corona, lanjut Ustaz Abdul Somad, kita harus mengucapkannya lewat media sosial.

"Saat musim pandemi COVID-19, terwakili dengan ucapan lewat WA,FB,IG. Karena tulisan dapat mewakili akad dalam transaksi jual beli dalam fikih Islam," ujar Ustaz Abdul Somad, kepada detikcom.

Senada dengan Ustaz Abdul Somad, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan, silaturahmi adalah suatu bagian dari ajaran agama yang sangat dianjurkan, bahkan menjadi salah satu penanda keimanan kita. Barangsiapa mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir maka harus membangun tali kekerabatan.

Namun, karena kita punya kewajiban dan tanggung jawab untuk memutus mata rantai peredaran COVID-19, silaturahmi Idul Fitri harus dilakukan, tetapi tetap menjaga kesehatan, keselamatan diri dan orang lain.

Jangan sampai, lanjut Ni'am, aktivitas silaturahmi dilakukan dengan cara yang menyebabkan ketakutan orang lain. Untuk itu kita dianjurkan tetap stay di rumah dan silaturahmi bisa dilaksanakan melalui media digital atau platform media sosial yang tersedia.

Sedangkan Pimpinan Pondok Pesantren Syawarifiyyah Rorotan Jakarta Utara Ustaz Abul Hayyi Nur mengatakan, memberikan salam saat silaturahmi Idul Fitri, artinya salam menyapa dan saling mendoakan. Namun perlu diingat bahwa dalam masa pandemi COVID-19 ada hukum darurat dalam ilmu fikih agar menjaga jarak satu dengan yang lain, yang membolehkan ucapan salam tidak harus diiringi dengan bersalaman atau berjabat tangan.

"Bahkan saat ini dunia modern bisa dilakukan dengan cara berkomunikasi melalui telepon atau video call dengan sanak saudara keluarga dan teman-teman. Dengan tujuan menjaga kesehatan diri sendiri, dan melakukan antispasi agar virus tak menular," kata ustaz yang disapa Ustaz Hayyi itu.

(nwy/erd)