Jamaah Makin Padat, Lantai 2 Masjid Nabawi Dibuka
Selasa, 20 Des 2005 15:15 WIB

Madinah - Jamaah haji yang beribadah di Masjid Nabawi dan berziarah ke tempat-tempat bersejarah di Madinah semakin banyak. Bahkan, saking membanjirnya jamaah yangsalat berjamaah, pengurus masjid Nabawi membuka lantai dua untuk menampung luberan jamaah. Sejak reporter detikcom Arifin Asydhad berada di Madinah 2 pekan lalu, lantai dua Masjid Nabawi selalu ditutup. Hanya saat salat Jumat saja antai dua dibuka untuk jamaah. Untuk salat lima waktu, tak pernah dibuka, meski sebagian jamaah beribadah di halaman masjid. Lantai dua masjid ini mulain dibuka untuk salat lima waktu berjamaah sejak Senin (19/12/2005) kemarin. Ini terjadi karena jamaah Msjid Nabawi semakin membengkakWajah-wajah jamaah haji asal Indonesia masih mendominasi. Begitu juga wajah-wajah Asia lainnya, seperti Malaysia, India, dan Pakistan. Jamaah-jamaah haji asal Afrika juga telah berdatangan. Para jamaah haji asal benua hitam itu tampak mengenakan seragam yang mencolok. Data di PPIH Daker Madinah, hingga Selasa (20/12/2005), jamaah haji Indonesia yang berada di Kota Madinah sudah melebihi 70.000 orang. Jamaah haji Indonesia gelombang I terus berdatangan ke Tanah Suci hingga tanggal 20 Desember nanti. Belasan ribu jamaah haji Indonesia yang sebelumnya sudah beribadah dan berziarah ke Madinah juga telah berada di kota Makkah.7.000 Termos Air Zamzam Pengurus Masjid Nabawi tampaknya juga telah mempersiapkan penyambutan jamaah haji dengan baik. Pengawasan pengurusan masjid Nabawi ini langsung dilakukan Pangeran Abdul Aziz bin Majid bin Abdul Aziz yang menjabat sebagai walikota Madinah. Wakil Ketua Umum Pengurus Masjid Nabawi, Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah al-Falih menjelaskan pihaknya telah menertibkan segala sesuatu di bagian dalam masjid dan halamannya. Dalam melaksanakan program haji tahun ini, pihaknya telah mempersiapkan 4003 pekerja. 824 di antaranya adalah pekerja musiman untuk menertibkan karpet-karpet masjid. Ada juga 1.900 pegawai laki-laki dan perempuan yang bertindak sebagai pengawas, pembimbing, dan penjaga pintu yang membukakan jalan bagi jamaah salat dan waktu-waktu tertentu.Di antara petugas musiman ini, terdapat warga Indonesia. Antara lain bernama Zaelani dari Sukabumi. Dia mengaku sudah dua tahun bekerja di Madinah. Dimasjid Nabawi, dia bertugas untuk menyediakan air zamzam dan mengepel lantai. Tapi, tampaknya honornya cukup minim. "Saya digaji 460 Riyal per bulan," akudia. Selain menyiapkan pegawai untuk Masjid Nabawi, pengurus juga telah menyediakan 7.000 termos berisi zam-zam yang terbagi di semua sudut masjid Nabawi. Dihalaman masjid juga ada 23 tempat penampungan air zamzam yang didatangkan dari Makkah.Foto:Masjid Nabawi pada 8 Desember lalu.
(nrl/)