MUI: Jika Tak Bisa Terapkan Protokol Kesehatan, Lebih Baik Salat Id di Rumah

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 04:34 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Foto: Sekjen MUI Anwar Abbas. (Rahel-detikcom)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah selama masa pandemi virus Corona. Risiko penularan virus dinilai masih sangat tinggi jika masyarakat menggelar salat Id di masjid atau lapangan.

"Kalau tidak bisa (menerapkan protokol kesehatan) ya jangan (salat Id di masjid atau lapangan). Lebih baik salat Id-nya di rumah saja dengan keluarga. Karena risikonya sangat tinggi. Dan Tuhan menyuruh kita untuk menghindarkan diri dari bencana dan malapetaka, baik untuk diri kita maupun orang lain," kata Sekjen MUI Anwar Abbas saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

Anwar mengatakan suatu daerah diperbolehkan melaksanakan salat Id di masjid atau lapangan dengan catatan penyebaran virusnya terkendali berdasarkan pertimbangan ahli dan pemerintah setempat. Namun, Anwar menegaskan pelaksanaan salat Id tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.

"Yang menentukan wilayah tersebut adalah masuk wilayah yang penyebaran virusnya terkendali dan tidak terkendali adalah para ahli dan pemerintah setempat. Kalau memang di daerah tersebut penyebaran virusnya terkendali, maka umat Islam boleh menyelenggarakan salat Id di masjid dan di lapangan," ujar Anwar.

"Tapi dengan syarat harus memperhatikan protokol medis yang ada dan protokol medis tersebut dilaksanakan dengan ketat," tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah daerah seperti Karanganyar (Jawa Tengah), Sleman (DIY), hingga Medan (Sumatera Utara) diketahui tetap akan menggelar salat Id berjemaah di masjid atau lapangan di tengah pandemi virus Corona. Meskipun demikian, imbauan untuk salat Id di rumah terus digaungkan dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah.

"Pemerintah meminta supaya masyarakat dalam merayakan (salat) Idul Fitri dilakukan di rumah, tidak di masjid ataupun di lapangan terbuka karena situasi keadaan negara menghadapi bahaya COVID-19," terang dia dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5).

(azr/isa)