Ungkap Motif Pelaku Sekap Pria Palembang, Polisi: Diduga Karena Narkoba

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 22 Mei 2020 22:39 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto)
Palembang -

Polisi mengamankan 2 pelaku penyekapan warga Palembang, Sumatera Selatan yang meminta tebusan Rp 30 juta. Lalu apa motif pelaku nekat menyekap dan minta tebusan?

"Untuk motif masih kami dalami, tapi ada dugaan karena masalah narkoba," terang Direktur Reskrimum Polda Sumatera Selatan, Kombes Hisar Siallagan kepada wartawan, Jumat (22/5/2020).

Dugaan penyekapan karena permasalahan jual beli narkoba, kata Hisar, berawal dari keterangan para pelaku dan korban. Sebab mereka telah saling kenal dan sama-sama pemakai.

"Ya karena ada dugaan itu maka kasus ini terus kami dalami. Setelah dilakukan cek urine, hasilnya korban dan pelaku positif amfetamine," kata Hisar yang didampingi Kasubdit Jatanras, Kompol Suryadi.

Sementara korban, Doni, mengaku diminta membelikan ekstasi di dekat Pelabuhan Boom Baru. Setelah sabu didapat, korban kembali menemui orang yang meminta dibelikan ekstasi, yakni Wahyu.

"Ya setelah sabu saya kasihkan ke Wahyu, polisi langsung datang. Wahyu ditangkap dan dibawa ke Polsek Ilir Timur II," terang pelaku, Doni.

Tidak terima, kedua pelaku yang diketahui keluarga Wahyu emosi. Mereka menuding Doni sebagai mata-mata polisi.

"Dikira saya mata-mata, jadi itu ditangkap dan disekap. Mereka minta uang tebusan Rp 30 juta, saya disuruh gadaikan tanah juga untuk bayar tebusan," sambung Doni.

"Katanya uang Rp 30 juta itu dipakai untuk ngurus Wahyu yang ditangkap. Tapi saya yang disekap dan disandera, istri saya juga sempat disandera," tegas Doni.

(ras/isa)