Suciwati Orasi, Ratusan Massa Kontras Bubarkan Diri
Selasa, 20 Des 2005 14:28 WIB
Jakarta - Sekitar 200 massa Kontras melakukan aksi di depan Istana Merdeka menuntut agar pemerintah mengungkap dalang pembunuh Munir. Aksi ini berakhir pukul 13.45 WIB yang ditutup dengan orasi istri Munir, Suciwati.Dalam orasinya Suciwati mengatakan, kasus Munir mengindentifikasikan keterlibatan Badan Intelijen Negara (BIN), sehingga dukungan politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diperlukan untuk menuntaskan kasus Munir sampai menyeret dalangnya ke pangadilan.Aksi di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (20/12/2005), digelar untuk menyikapi keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang menghukum pilot Garuda Pollycarpus 14 tahun penjara. Peserta aksi menilai proses peradilan di PN Jakpus belum mampu menguak otak pembunuh Munir."Presiden SBY harus konkrit terhadap komitmennya. Pengungkapan kasus Munir adalah ujian terhadap wewenang kepresidenan. Bila presiden hanya diam, artinya presiden menyetujui sabotase terhadap komitmen dan kebijakannya mengenai penegakan hukum," kata Suciwati berapi-api.Setelah orasi Suciwati berakhir, massa pun membubarkan diri dengan menumpangi 4 bus besar. Massa ini merupakan gabungan dari keluarga korban kekerasan Bojong, Tangerang, Bogor, dan tragedi Mei 1998.
(san/)











































