Pemerintah: Beli Baju Baru Tak Dilarang tapi Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Mei 2020 16:42 WIB
Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (Dok. BNPB)
Jakarta -

Pemerintah menyatakan tradisi untuk menyambut perayaan hari raya Idul Fitri seperti bersilaturahmi dan memakai baju baru adalah hal positif. Namun pemerintah menegaskan ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi di masa pandemi virus Corona ini.

"Namun, dalam situasi seperti sekarang ini, sepertinya itu bisa kita lakukan dengan menyiasati untuk tetap aman dari kemungkinan tertular COVID-19. Tidak ada larangan untuk membeli baju yang baru, tidak ada larangan untuk ke pasar, namun tetap dengan etika sesuai dengan protokol kesehatan," kata juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Jumat (22/5/2020).

Yuri meminta masyarakat tetap menggunakan masker hingga menjaga jarak. Hal itu menurutnya untuk melindungi masyarakat dari risiko terpapar virus Corona.

Ilustrasi ramainya warga berbelanja di Pasar Jatinegara, Jumat (22/5).Ilustrasi ramainya warga berbelanja di Pasar Jatinegara, Jumat (22/5). (Rifkianto Nugroho/detikcom)

"Menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang paling bijak di dalam kaitan ini," ujar Yuri.

"Oleh karena itu, saudara-saudara sekalian, mari kita lindungi keluarga kita dengan membiasakan untuk menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aspek kehidupan. Karena tujuannya satu adalah untuk melindungi kita," lanjut dia.

Untuk diketahui, sejumlah pasar di wilayah Jakarta padat menjelang hari raya Idul Fitri. Masyarakat berjubel di pasar untuk berbelanja baju hingga kebutuhan menjelang Lebaran.

(azr/dhn)