200 Orang Kontras Tuntut SBY Adili Dalang Pembunuh Munir
Selasa, 20 Des 2005 13:38 WIB
Jakarta - Tidak puas dengan putusan pengadilan yang menjatuhkan vonis 14 tahun penjara terhadap Pollycarpus Budihari Priyanto, sekitar 200 aktivis Kontras mendesak Presiden SBY mengadili dalang pembunuh aktivis HAM Munir.Mereka melesak ke depan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, sekitar pukul 13.30 WIB, Selasa (20/12/2005).Dalam orasinya, Koordinator Kontras Usman Hamid mengatakan, keterlibatan Badan Intelijen Negara (BIN) amat kental dalam kasus Munir. Sehingga proses penyidikan diharapkan tidak berhenti sampai Polly. Pemerintah diminta mengungkap dalang sesungguhnya."Presiden harus menyeret dan mengadili dalang pembunuh Munir dan TPF kasus Munir harus melanjutkan kerjanya," katanya berapi-api.Sebagian besar demonstran merupakan korban kekerasan kasus Mei 1998, kasus Bojong dan lain-lain. Sebagian pendemo mengenakan kaos bergambar Munir dan ikat kepala putih bertuliskan HAM. Ada juga yang membawa spanduk bertuliskan "Adili dalang pembunuh Munir". Sejumlah poster bergambar Munir juga menghiasi aksi demo.Tidak hanya anak muda, sejumlah ibu-ibu dan orangtua korban kekerasan juga ikut berdemo. Dalam yel-yelnya mereka meneriakkan "Seret dan adili Hendropriyono". Hendropriyono merupakan mantan Kepala BIN.Massa dijaga sekitar 50 aparat kepolisian. Sebelum menggelar aksi di depan Istana Merdeka, mereka menyaksikan jalannya sidang pembacaan vonis Polly di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Usai sidang, mereka langsung melakukan longmarch ke Istana Merdeka.
(umi/)











































