Kapal Karam-Rekan Tewas, Nelayan Ini 4 Hari Bertahan Hidup Makan Beras

Abdi Somad - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 20:39 WIB
ABK KM Gemilang 717 yang sempat hilang kontak ditemukan selamat. Satu ABK lainnya ditemukan tewas (dok. istimewa)
Foto: ABK KM Gemilang 717 yang sempat hilang kontak ditemukan selamat. Satu ABK lainnya ditemukan tewas (dok. istimewa)
Sibolga -

Tim SAR gabungan berhasil menemukan 2 nelayan ABK KM Gemilang 717 GT-02 yang sebelumnya sempat hilang kontak. Tim SAR gabungan menemukan kedua nelayan tersebut di dekat air terjun Pulau Mursala.

Kedua awak kapal asal Desa Pasar Tarandam, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah itu, Usman Harahap (50) ditemukan dalam kondisi selamat. Sedangkan rekannya Fami (38) telah meninggal dunia.

Koordinator Pos (Korpos) SAR Sibolga, Hari Susanto, mengatakan kedua korban tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda, tetapi berdekatan pada hari ini, Kamis (21/5/2020).

Usman ditemukan setelah hilang sekitar 4 hari (dok. istimewa)

"Jasad Fami ditemukan di perairan di pinggir Pulau Mursala, sedangkan Usman Harahap ditemukan masih bertahan hidup di dekat air terjun Pulau Mursala," ujar Hari Susanto.

Keduanya langsung dievakuasi ke KN Nakula menggunakan LCR Pol Airud Mabes didampingi LCR Kal Mansalar.

Tiba di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga (PPNS), jasad Fami langsung dibawa ke rumah sakit. Sedangkan Usman yang berhasil selamat langsung dijemput pihak keluarganya.

"Dari keterangan Usman, kapal mereka dihantam badai dan terdampar di sekitar air terjun Pulau Mursala dengan kondisi mesin kapal rusak," ungkap Hari.

Saat itu, Fami langsung melompat ke laut dan berusaha menyelamatkan diri dengan cara berenang ke pantai. Sementara Usman, tetap bertahan di atas kapal.

Fami, ditemukan tewas tak jauh dari lokasi rekannya Usman. Namun Fami tewas karena melompat dari kapal saat diterjang badai (dok. istimewa)

Untuk bertahan hidup sambil menunggu pertolongan datang, Usman terpaksa mengonsumsi beras mentah dan minum air tawar yang bersumber dari air terjun Pulau Mursala.

"Beras tersebut diperoleh Usman di dalam kaleng yang hanyut di pinggir pantai. Beras itu memang milik mereka yang disimpan di kapal," papar Hari.