'Polisi Sama Teroris Berani, Sama Pembunuh Munir Kok Takut'
Selasa, 20 Des 2005 11:48 WIB
Jakarta - Sidang pembacaan vonis Pollycarpus Budihari Priyanto dimeriahkan oleh aksi demo oleh ratusan aktivis Komite Aksi Solidaritas untuk Munir. Tapi mereka bukan demo untuk menuntut Polly dihukum berat, tapi menuntut polisi mengusut pelaku pembunuhan Munir selain Polly.Tuntutan ini tergambar dalam poster-poster yang dibawa pengunjuk rasa. "SBY, buktikan bahwa kau punya nyali", "Polisi sama teroris berani, sama pembunuh Munir kok takut", "Polisi tidak punya nyali ungkap kasus Munir", demikian antara lain bunyi poster tersebut.Aksi yang digelar 500-an orang dari LMND, Walhi, Kontras, YLBHI, dan PBHI ini digelar di Jalan Gajah Mada, jalan di depan gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.Sementara di dalam gedung pengadilan sedang digelar sidang beragendakan pembacaan vonis atas Polly dalam kasus pembunuhan terhadap Munir. Sidang yang dimulai pukul 10.10 WIB, Selasa (20/12/2005), ini dipimpin ketua majelis hakim Cicut Sutiarso.Menurut Kepala Bidang Operasional Kontras Edwin Partogi, pihaknya kecewa dengan proses demokratisasi dan penegakan HAM yang tidak kunjung ada kemajuan. "Presiden SBY sudah tahu siapa di balik pembunuhan Munir, tapi tidak mau mengumumkan," katanya.Demo ini juga diisi dengan happening art yang menggambarkan kegigihan Munir dalam memperjuangkan penegakan hak asasi manusia, walau itu berarti harus menghadapi ancaman teror, dan bahkan akhirnya terjadi pembunuhan terhadap dirinya.Happening art digelar dua demonstran. Satu orang bercelana pendek putih dan bertelanjang dada, kemudian tangan dan kakinya diperban, demikian juga kepala, lalu di sekujur tubuh ada bunga mawar yang berduri. Satu orang lagi mengenakan kain serba putih, mengenakan topeng, dan menari-nari.
(gtp/)











































