ABK Pengangkut Limbah Batu Bara Hilang di Sungai Mahakam

Suriyatman - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 19:49 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi tenggelam. (Foto: (Thinkstock))
Samarinda -

Seorang anak buah kapal (ABK) dikabarkan hilang di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim). Korban bernama Erwin (40), warga Mattoangin Utara, Kelurahan Langkura, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Oktavianto mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari warga sekitar terkait warga hilang di Sungai Mahakam siang tadi. Namun, peristiwa hilangnya korban terjadi pada Rabu (20/5/2020) malam.

"Kami mendapat laporan pukul 13.00 Wita, sementara waktu kejadian pada pukul 23.00 Wita. Untuk penyebab masih dalam penyelidikan," kata Oktavianto kepada wartawan, Kamis (21/5).

Sore hari tadi tim SAR melakukan pencarian. Erwin ABK pengangkut limbah batu bara yang melintas di Sungai Mahakam.

Sebelum kejadian, saksi mata melihat korban menuju bagian belakang kapal. Namun, tidak terlalu lama tiba-tiba terdengar suara benda jatuh ke air bersamaan dengan datangnya gelombang yang cukup tinggi menghantam kapal.

"Keterangan saksi mata yang merupakan rekan korban, saat ia berada di dalam kapal tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh ke air sekitar pukul 23.00 Wita," ungkap Oktavianto.

"Saksi mengaku tidak menyangka jika korban terjatuh, karena saat kejadian jarak pandang di bawah 30 meter, dan saksi tidak melihat dengan jelas apa yang terjatuh," imbuhnya.

Pagi hari tadi kru kapal melakukan pencarian. Namun, hingga pukul 13.00 Wita korban belum ditemukan. Baru lah kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwajib.

Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan (KP), Ipda Wahid menjelaskan pencarian korban dilakukan hingga radius 50 kilometer dari lokasi jatuhnya korban. Berdasarkan laporan, sebelum hilang Erwin terlihat mengenakan kaos berwarna hitam dan memakai sarung.

"Kami sempat melakukan penyisiran, tetapi belum membuahkan hasil. Saat ini baru satu orang yang kami mintai keterangan, yaitu rekan korban sesama ABK," sebut Wahid.

(zak/zak)