Tahu Nggak Alasan Kenapa THR Bisa Jadi Kebiasaan?

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 18:23 WIB
Rencana keuangan
Foto: Shutterstock
Jakarta - Sudah mau Hari Raya Idul Fitri nih! Bila bisa dilihat, pastinya muka sedang berseri-seri sambil tersenyum karena sudah dapat THR dari kantor. Tapi ngomongin THR, sebenarnya tahu nggak kenapa THR itu bisa jadi kebiasaan selama Lebaran?

Di Indonesia, Tunjangan Hari Raya muncul pertama kali pada tahun 1951 atau lebih tepatnya pada zaman kepemimpinan Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo.

Siapakah dia? Dia adalah politikus dari Partai Masyumi yang menjabat Perdana Menteri pada 27 April 1951 hingga 3 April 1952. Nah, pada saat kepemimpinannya inilah pertama kali THR diperkenalkan, awalnya berangkat dari salah satu program kerja kabinet Soekiman yang dilantik pada April 1951 yang ingin meningkatkan kesejahteraan aparatur negara.

Dari sinilah, kabinet Soekiman memutuskan untuk memberikan tunjangan kepada para Pamong Pradja (sekarang PNS) menjelang hari raya. Begitulah sejarah singkat awal mula THR yang berkembang hingga sekarang.

Tidak hanya untuk pegawai, istilah THR juga dipakai untuk menggambarkan amplop saat Lebaran yang berisi uang. Biasa THR diberikan dari para orang tua atau om dan tante kepada keluarga, sanak saudaranya yang biasanya masih anak-anak atau remaja sebagai ucapan selamat karena telah menyelesaikan bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri, atau yang biasa disebut dengan budaya Salam Tempel.

Namun seiring berkembangnya zaman, kini membagikan salam tempel dapat lebih mudah dengan menggunakan fitur BagiBagi dari BCA. Kenapa mudah? Karena dengan menggunakan BagiBagi, kamu bisa memberikan salam tempel secara digital kepada keluarga yang memiliki aplikasi Sakuku.

Lalu bagaimana caranya buat membagikan salam tempel di BagiBagi? Mudah kok! Pertama pastikan kamu sudah memiliki aplikasi BCA mobile, lalu klik fitur BagiBagi dan tekan 'Buat'. Setelah itu pilih kartu ucapan yang diinginkan, dan nominal yang dimau. Untuk nominal yang ingin diberikan bisa di sama ratakan atau juga di bedakan ya, ketika sudah menentukan nominalnya tentukan berapa orang yang bisa menjadi penerimanya.

Kemudian, langsung deh bagikan link tersebut ke grup-grup keluarga, bila kamu menentukan 10 orang yang bisa mendapatkan salam tempel tersebut, maka 10 orang pertama yang meng-klik link tersebut adalah orang yang hoki! Nantinya kamu bisa melihat info tentang penerima di menu Inbox pada history BagiBagi. Gimana seru bukan?

Hati-hati juga saat ada yang membagikan link BagiBagi, pastikan link yang dibagikan tersebut langsung diarahkan ke aplikasi Sakuku atau mengarahkan ke app store untuk mendownload Sakuku. Ingat! BagiBagi tidak pernah meminta data dalam bentuk apapun.

Jadi sekarang nggak usah bingung buat bagi-bagi THR, yuk salam tempel pakai BagiBagi dari BCA mobile! (prf/ega)