Warga Pekanbaru Keluhkan Pemadaman Listrik di Tengah Pandemi Corona

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 17:13 WIB
ILustrasi Listrik
Ilustrasi Pemadaman Listrik (Photo by Sebastian Pociecha on Unsplash)
Pekanbaru -

Pemadaman listrik terjadi di Pekanbaru, Riau, dalam beberapa hari ini meskipun pandemi virus Corona (COVID-19) sedang melanda. Warga Pekanbaru mengeluhkan kondisi tersebut.

Pemadaman listrik terjadi pada siang ataupun malam hari. Misalnya hari ini, pemadaman listrik terjadi di Kecamatan Senapelan dan Kecamatan Tampan.

"Listrik sejak pagi hingga siang hari padam. Kita tak bisa berbuat banyak kalau sudah listrik mati. Apalagi di tengah pandemi Corona seperti ini. Kita jadi jengkel melihat PLN," kata warga Jalan Riau, Utari Sarah (30), di Pekanbaru, Kamis (21/5/2020).

Kecamatan Tampan disebut sebagai wilayah yang paling sering terjadi pemadaman listrik. Menurut warga setempat, pemadaman listrik terjadi minimal 3 kali dalam sehari.

"Di tempat kami listrik padam malam hari selama 5 sampai 6 jam di Jalan Purwodadi Panam, Tampan. Tidak jelas apa masalahnya pemadaman listrik yang selama ini tak kunjung teratasi," sesal warga Tampan, Husin.

Warga lainnya merasa pemadaman listrik selama bulan Ramadhan 2020 ini makin sering terjadi. Warga menyayangkan kondisi tersebut.

"Kita ini sudah susah dibuat COVID-19, semakin susah kalau sudah listrik PLN padam. Bertahun-tahun lamanya kondisi listrik seperti ini yang belum bisa teratasi dengan baik. Bayangkan saja Pekanbaru ibu kota provinsi masih ada listrik padam selama 6 jam," keluh warga lainnya, Abdullah.

Humas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekanbaru, Dwi Ramdani tidak menampik terjadinya pemadaman listrik di tengah pandemi Corona pada bulan Ramadhan ini. PLN, sebut dia, meminta maaf atas kondisi tersebut.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan atas pemadaman. Kami menginformasikan ada pekerjaan emergency perbaikan jaringan listrik di Jalan Uka Garuda Sakti, Pekanbaru. Saat ini sedang dalam tahap penormalan kembali," kata Dwi kepada wartawan saat dimintai konfirmasi terpisah.

(cha/zak)