Pesawat Meledak Sebelum Jatuh, 19 Orang Tewas
Selasa, 20 Des 2005 10:59 WIB
Jakarta - Sebuah pesawat carteran jatuh di lepas pantai Miami, Amerika Serikat dan menewaskan sedikitnya 19 orang penumpangnya. Saksi mata mengungkapkan, pesawat sempat meledak dan terbakar sebelum jatuh.Sejauh ini tidak ditemukan satu orang pun yang selamat. Pesawat Grumman G-73T Turbine Mallar bermesin kembar itu jatuh sekitar pukul 14.30 Senin 19 Desember waktu setempat setelah lepas landas dari Miami menuju Pulai Bimini di Kepulauan Bahama.Demikian disampaikan Badan Aviasi Federal. Pihak Penjaga Pantai mengatakan bahwa 19 jasad telah ditemukan. Pesawat terbang air era 1940-an itu mengangkut dua kru dan 18 penumpang, termasuk tiga bayi.Demikian seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Selasa (20/12/2005). Karena adanya laporan saksi mata mengenai ledakan, Biro Investigasi Federal (FBI) mengirimkan agen-agennya untuk membantu penyelidikan seputar musibah ini.Namun sejauh ini belum ada indikasi terorisme ataupun sabotase. "Terlalu dini untuk sampai ke arah sana," ujar Judy Orihuela, juru bicara kantor cabang FBI di Miami. "Kami baru akan menyediki soal itu," imbuhnya.Saksi mata bernama Sandy Rodriguez mengaku melihat pesawat naas itu terbang rendah dengan asap putih keluar dari tubuh pesawat dan api dari bagian bawah pesawat. Sayap kanan pesawat kemudian terlepas bersamaan dengan jatuhnya pesawat."Pesawat meledak di udara dan salah satu sayapnya terlepas. Bagian lain pesawat terbakar dan langsung meluncur turun," kata saksi mata lainnya, Maurice D'Giovianni, seorang peselancar yang tengah berada di perairan tersebut saat kejadian.Pesawat milik Chalk's Ocean Airways ini terbang antara Miami dan Bahama, menggunakan pesawat yang bisa lepas landas dan mendarat di atas air. Pesawat ini memiliki catatan keselamatan yang bagus dengan tanpa satu insiden pun terjadi selama lebih dari 21 tahun.
(ita/)











































