Gaji Bagir Kecil, SBY Janji Tata Kembali Gaji Pejabat
Selasa, 20 Des 2005 10:53 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji menata kembali sistem penggajian pejabat negara. Janji ini disampaikan SBY karena prihatin melihat gaji Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan paling kecil dibanding pejabat seperti menteri dan anggota DPR RI.Janji ini disampaikan Presiden SBY saat memberikan sambutan di depan para hakim di Gedung MA, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (20/12/2005). Presiden SBY datang ke MA untuk bersilaturahmi dengan Bagir dan para hakim."Saya tahu gaji Bagir itu paling rendah. Kita tata kembali agar pas. Gaji ini harus sesuai dengan tanggung jawab dan intensitas yang dilaksanakan," kata SBY.Tapi, menurut SBY, penataan kembali gaji pejabat ini prioritas berikutnya setelah upaya menyejahterakan pegawai negeri sipil (PNS) seperti guru, juga nasib petani. "Tapi nanti saja. Biar PNS, petani, atau guru yang kesejahteraan diangkat dulu sambil melihat gaji pejabat negara," tukasnya.SBY mengaku kedatangannya ke MA tanpa maksud untuk mengganggu independensi MA. Ia juga tidak setuju apabila ada pernyataan sistem hukum di Indonesia sepenuhnya korup. Tapi ia mengakui ada penyimpangan di lembaga-lembaga penegak hukum seperti juga terjadi negara lain.Dalam sambutannya, SBY mengajak semua lembaga yudikatif untuk bersatu padu mengatasi berbagai persoalan hukum. Dengan menegaskan tidak pernah mengintervensi proses penegakan hukum, SBY mengimbau lembaga yudikatif untuk lebih kompak menangani berbagai masalah hukum."Saya tidak pernah mencampuri penegakan hukum baik di kepolisian, kejaksaan, atau pengadilan selama saya memerintah. Mari kita terus lakukan kultur ini. Dengan adanya kultur ini saya yakin separuh persoalan bangsa ini dapat diselesaikan," katanya.Presiden SBY tiba di Gedung MA sekitar pukul 09.00 WIB. Ini merupakan kunjungan pertama Presiden SBY ke Gedung MA yang letaknya bertetangga dengan Kompleks Istana Kepresidenan dan hanya dipisahkan oleh Jalan Veteran III ini.Acara ini dihadiri Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Menkeu Sri Mulyani, dan Menteri Agama M Maftuh Basyuni. Juga hadir Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki, dan Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan.
(gtp/)











































