109 Nakes Dipecat, Dirut Pastikan Pelayanan RSUD Ogan Ilir Berjalan Normal

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 11:16 WIB
Ratusan ribu kasus COVID-19 di Italia membuat tenaga kesehatan khususnya para dokter dan perawat harus bekerja ekstra guna menyelamatkan nyawa warganya. Beginilah potret kesehariannya.

AP Photo/Domenico Stinellis
Ilustrasi Tenaga Kesehatan (AP/Domenico Stinellis)
Palembang -

RSUD Ogan Ilir di Sumatera Selatan memecat 109 tenaga kesehatan (nakes) karena tolak menangani pasien terkait virus Corona (COVID-19). Pihak RSUD memastikan pelayanan tetap berjalan normal.

"Pelayanan masih berjalan normal. Kami masih punya PNS dan tenaga kesehatan yang masih mau bergabung," ujar Dirut RSUD Ogan Ilir dr Roretta Arta ketika dimintai konfirmasi, Kamis (21/5/2020).

Pemecatan sendiri, diakui Roretta, karena para nakes tersebut mogok kerja dan menolak menangani pasien COVID-19. Padahal saat ini tenaga mereka sangat dibutuhkan di rumah sakit.

"Sudah dilakukan pemanggilan untuk kerja, tapi tak mau masuk kerja. Padahal rumah sakit sedang butuh tenaga," katanya.

Melihat ratusan tenaga medis itu tak mau masuk, pihaknya pun kemudian membuat keputusan mengejutkan. Mereka yang ikut mogok kerja dan sempat demo di DPRD pada 18 Mei lalu akhirnya dipecat.

Surat pemecatan itu pun kemudian viral di media sosial. Dari jumlah ratusan yang dipecat, kini tinggal tenaga medis PNS dan beberapa tenaga medis honor yang masih aktif.

Keputusan pemecatan itu tertuang dalam keputusan Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam, Nomor 191/KEP/RSUD/2020. Isinya tentang Pemberhentian Tidak dengan Hormat Tenaga Honorer di RSUD Ogan Ilir.

Tonton video RSPI Sulianti Saroso Kehilangan Perawat Terbaik Akibat Covid-19:

(ras/zak)