Round-Up

Tentang Kurva Corona RI yang Terburuk di Asia Tenggara

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 08:40 WIB
Poster
Gambar ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kurva mengenai penyebaran virus Corona di Indonesia dibanding-bandingkan dengan negara-negara tetangga. Pengamat ekonomi menyimpulkan kurva Corona Indonesia adalah yang paling buruk di antara negara lain di Asia Tenggara. Kurva Corona Indonesia terus berkembang, hingga kini justru menunjukkan penurunan kesembuhan harian.

Adalah Didik J Rachbini yang menyoroti kurva Corona negeri sendiri. Dia adalah pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan) atau INDEF.

Dia tidak sedang mengemukakan hasil risetnya sendiri, bukan pula riset hasil lembaganya sendiri, melainkan hasil data Endcoronavirus (ECV). Koalisi ECV terdiri dari relawan internasional, mengaku disokong 4.000 relawan, terdiri dari ilmuwan, organisator masyarakat, warga yang peduli, pebisnis, dan individu. ECV dimulai sejak 29 Februari 2020 pada organisasi induk New England Complex Systems Institute (NECSI) di Cambridge, Amerika Serikat.

Dalam data Endcoronavirus, kurva virus Corona dari negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) bisa dibandingkan. Didik membandingkan kurva Corona di Indonesia dengan kurva Corona Singapura, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Hasilnya, hanya Indonesia saja di antara negara-negara itu yang kurvanya nampak menanjak tanpa penurunan signifikan.

"Data hasil PSBB dan kebijakan pandemi COVID-19 di Indonesia paling tidak sukses atau bahkan buruk dibanding dengan tingkat kesuksesan negara-negara tetangga di ASEAN," kata Didik J Rachbini, dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (20/5).

Ketua Dewan Pengurus LP3ES Didik J RachbiniDidik J Rachbini (Gibran-detikcom)

Simak juga video Jokowi Targetkan Kurva Kasus Corona Turun di Bulan Mei:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3