Round-Up

Ratusan Ribu Kehamilan Baru saat Pandemi Gegara Sulit Akses Alat Kontrasepsi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 03:30 WIB
Ilustrasi bayi
Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila_Fadzeyeva
Jakarta -

Pembatasan sosial menjadi salah satu kunci pencegahan penularan virus Corona di seluruh negara, termasuk Indonesia. Bersamaan dengan itu pula, RI diperkirakan menghadapi ledakan pendudukan tahun depan. Kok bisa?

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan ada ratusan ribu lebih kehamilan bari selama masa pembatasan sosial pencegahan Corona diberlakukan. Angka kehamilan bari ini disebut-sebut kehamilan di luar program alias tidak direncanakan.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, memprediksi, setidaknya pada awal tahun depan, Indonesia sebagai negara yang jumlah penduduknya terbesar keempat di dunia, bisa mencatat adanya 420 ribu bayi yang lahir. Angka ini didapat berdasarkan 10 persen dari 28 juta anggota keluarga berencana yang mengalami kesulitan dalam mengontrol kelahiran.

Catatan BKKBN, sekitar 4,8 juta bayi dilahirkan setiap tahun di Indonesia.

"Jika Anda berencana untuk hamil, sekarang bukan waktu yang tepat dan tolong jangan hentikan penggunaan alat kontrasepsi Anda," kata Hasto, seperti dilansir AFP, Selasa (19/5/2020).

Selama pandemi ini, klinik kesehatan kecil banyak yang tutup sementara. Dokter dan bidan juga membatasi jumlah pasien semenjak Indonesia menerapkan pembatasan sosial.

Hal inilah yang dianggap membuat sebagian orang di Indonesia untuk mengakses kontrasepsi. Sebab, orang banyak yang mematuhi anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah, kecuali jika ada keadaan darurat.

"Saya kira banyak orang tidak melihat kontrasepsi sebagai keadaan darurat," ujar Hasto.

Untuk itu, BKKBN, telah mengirim staf ke rumah-rumah warga untuk membantu penyediaan alat kontrasepsi (IUD) dan alak kontrasepsi lainnya.

Hasto mencatat, kurang lebih 95 persen pengguna kontrasepsi di Indonesia adalah wanita. Sementara pria, lebih sedikit yang menggunakan kondom saat berhubungan.

(idn/idn)