Italia Izinkan Masjid Kembali Dibuka, tapi Bukan untuk Sholat Idul Fitri

Puti Yasmin - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 17:09 WIB
AI HamduLillah thanks to God of Islam, Arabic alphabet and Koran in hand - holy book of Muslims ( public item of all muslims )
Ilustrasi Masjid di Italia Dibuka Kembali/Foto: Getty Images/iStockphoto/meen_na
Jakarta -

Pemerintah Italia akhirnya memutuskan untuk membuka kembali pintu masjid pada 18 Mei kemarin, usai ditandatangani perjanjian penting dengan perwakilan organisasi Islam. Namun Organisasi Islam di sana memastikan tak akan menggelar Sholat Idul Fitri di masjid.

Momen ini juga menjadi sejarah karena ini merupakan kali pertama pemerintah Italia membuat perjanjian dengan perwakilan Muslim di negara itu. Langkah ini juga dinilai sebagai jalan menuju pengakuan hukum dan negara.


Sebelumnya, masjid-masjid di Italia terpaksa ditutup pada 9 Maret lalu bersamaan dengan keputusan lockdown. Hal itu dilakukan guna mengurangi penyebaran virus corona.Penandatanganan dilakukan langsung oleh Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dengan empat perwakilan organisasi Islam, Coreis (Komunitas Agama Islam Italia), Masjid Agung Roma, Union of Cummunities and Islamic Organization Italia, dan Italian Islamic Confederation.

Selain masjid, gereja Katolik dan tempat ibadah lain di Italia juga diizinkan untuk buka. Hanya saja, mereka semua harus menaati syarat, yakni tetap menjaga jarak dan kebersihan.

Walaupun telah dibuka, masjid di Italia tidak akan melaksanakan Sholat Idul Fitri. Hal itu diputuskan oleh organisasi Islam setempat dengan banyak pertimbangan di luar kesepakatan.

"Kami tidak akan membuka masjid kami dan pusat Islam sebelum 24 Mei atau saat Ramadhan akan berakhir. Kami mengambil keputusan ini dengan sangat menyesal. Tetapi kami percaya ini merupakan tanggung jawab," ujar Presiden Union of Islamic Communites di Italia, Yassine Lafram dikutip dari Arab News, Rabu (20/5/2020).

Dalam sebuah pernyataan, organisasi Islam di Italia menjelaskan bahwa masjid di sana belum sepenuhnya aman dan berisiko untuk dibuka kembali, khususnya di bulan Ramadhan. Harapannya, hal ini bisa meningkatkan kesadaran dan kesiapan untuk membuka masjid secara aman.

"Kami menutup masjid dan ruang salat sampai 24 Mei bukan untuk merayakan Idul Fitri. Tetapi, untuk meningkatkan kesadaran dan persiapan guna membuka kembali masjid sepenuhnya," tutup dia.

(pay/erd)