PSBB Jakarta Bisa Selesai 4 Juni, Perlukah Pekerja Pakai Sistem Shift?

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 14:53 WIB
Indonesia belum lama ini laporkan kasus pertama 2 WNI positif virus corona. Sebagai langkah pencegahan, warga di Jakarta pun kenakan masker saat beraktivitas.
Ilustrasi Aktivitas Warga Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jakarta Anies Baswedan berharap pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan berakhir pada 4 Juni. Setelah itu, aktivitas warga Jakarta bakal berangsur pulih seperti sebelumnya. Untuk mencegah penularan virus Corona, perlukah sistem kerja shift diterapkan?

Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyarankan agar sistem kerja shift diterapkan di perkantoran-perkantoran ibu kota. Tujuannya, agar para pekerja tidak perlu berdesak-desakan di bus, gerbong KRL, dan di kantor.

"Mestinya dari perkantoran menerapkan pola masuk bergiliran (shift) terlebih dahulu, tidak usah semua sekaligus. Di dalam kantor juga perlu diterapkan prosedur pencegahan supaya tidak ada penularan," kata epidemiolog FKM UI, Iwan Ariawan, kepada detikcom, Rabu (20/5/2020).

Bila tidak ada sistem shift masuk kantor, dikhawatirkan para karyawan akan berdesak-desakan di transportasi umum saat berangkat dan pulang kantor. Prinsip jaga jarak (physical distancing) bisa terabaikan, risiko penularan COVID-19 bisa tinggi.

"Di dalam kantor dilakukan prosedur pencegahan supaya tidak terjadi penularan," kata Iwan.

Epidemiolog dari FKM UI, Iwan Ariawan. (situs FKM UI)Epidemiolog dari FKM UI, Iwan Ariawan (Situs FKM UI)

Protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 perlu dipertahankan meski PSBB kelak diakhiri. Begitulah 'the new normal' pasca-Corona. Protokol itu adalah rajin mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker, dan menjaga jarak-menghindari kerumunan.

Selanjutnya
Halaman
1 2