Round-Up

Harapan Anies Baswedan pada PSBB Penghabisan

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 09:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan disela-sela penandatanganan kerja sama (MOU) proyek pembangunan MRT fase 2A dan lingkup kerja CP201 di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (17/2/2020). CP201 melingkupi pekerjaan pembangunan dua stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas dengan panjang terowongan 2,8 km dari HI ke Harmoni yang ditargetkan selesai pada Desember 2024. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: Anies Baswedan. (Dok ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menetapkan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menghindari virus Corona (COVID-19) kian menyebar. Gubernur DKI Anies Baswedan pun memiliki sejumlah harapan dari PSBB penghabisan ini.

Perpanjangan PSBB di Jakarta disampaikan oleh Anies saat memaparkan evaluasi PSBB. Ia menegaskan saat ini belum akan melakukan pelonggaran PSBB, meski pemerintah pusat tengah mengkaji wacana tersebut.

"Alhamdulillah selama 2 bulan ini kita sama-sama bekerja mengendalikan pergerakan virus ini. Alhamdulillah sejauh ini terkendali. Tapi ini belum selesai," ujar Anies dalam paparannya yang dilihat di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Oleh sebab itu, Anies menegaskan tak ada pelonggaran PSBB ataupun pengurangan. Anies juga kembali meminta warga tak berangkat mudik dan tetap berada di Jakarta.

"Saya garis bawahi tak ada pelonggaran, jangan ada pengurangan. Jangan ada merasa ini sesuatu sudah selesai. Jangan juga berangkat mudik. Tinggal tetap di Jakarta. Kita pastikan ibu kota ini betul-betul bisa mengendalikan COVID-19 ini," jelasnya.

Anies pun mengumumkan DKI masih akan melakukan PSBB hingga memasuki bulan Juni nanti. Dia berharap ini bisa menjadi PSBB terakhir bila warga disiplin.

"Pemprov DKI Jakarta, Gugus Tugas DKI Jakarta menyampaikan kepada seluruh masyarakat, Jakarta akan menambah PSBB selama 14 hari mulai tanggal 22 Mei sampai 4 Juni," kata Anies.

Anies memutuskan PSBB di DKI Jakarta sejak 10 April lalu. PSBB Jilid I ini berlaku hingga 20 April 2020. Kemudian Anies memperpanjang PSBB di Jakarta selama 28 hari. PSBB Jilid II berakhir pada 22 Mei mendatang. Lalu hari ini Anies mengumumkan soal PSBB Jilid III.

"Ini bisa menjadi PSBB penghabisan jika kita disiplin," tegasnya.

Menurut Anies, fase dua minggu ke depan merupakan kunci dari penanganan pandemi Corona. Dia berharap ada keberhasilan dalam menekan penyebaran Corona sehingga tak perlu lagi ada pembatasan usai PSBB Jilid III berakhir.

"Bila kita melakukan kedisiplinan tetap berada di rumah 2 minggu ke depan, maka insyaallah setelah 2 minggu ini kita bisa keluar dari fase PSBB," tutur Anies.

Anies menjelaskan tentang reproduction number para ahli sebagai metode mengetahui seberapa besar tingkat penularan COVID-19. Pada Maret, angka di DKI Jakarta, kata Anies, sempat mencapai 4, yang artinya 1 orang bisa menularkan pada 4 orang.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2