FKM UI Sampaikan Syarat Agar Anies Bisa Cabut PSBB 4 Juni

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 06:34 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono

Secara epidemi, harus ada penurunan kasus Corona di Jakarta. Baik itu orang dalam pemantauan (ODP), kasus positif, dan kematian. "Dalam kondisi jumlah test yang tetap atau bertambah dalam 14 hari terakhir," kata Iwan.

Dalam indikator kesehatan masyarakat, kemampuan tes PCR harus siap untuk deteksi, obati, isolasi, dan pemantauan kontak kasus-kasus baru. Selain itu, kepatuhan PSBB harus mencapai 70% dari warga Jakarta.

"Kemudian proporsi penduduk yang taat terhadap PSBB (dengan tinggal di rumah saja) sudah mencapai 70%. Perilaku masyarakat juga sudah siap untuk mencegah penularan COVID-19, seperti menjaga jarak, menggunakan masker jika keluar rumah, sering cuci tangan, dan lain-lain," kata Iwan.

"Dari segi kesiapan layanan kesehatan, kita harus sudah memiliki APD yang cukup untuk melindungi para tenaga kesehatan. Kemudian layanan kesehatan juga harus mampu melakukan tatalaksana pasien COVID-19," kata Iwan.

Bagi Iwan, kondisi Jakarta berada di tangan masyarakat. Jika masyarakat patuh PSBB, maka kasus baru tidak meningkat.

"Kami berharap masyarakat dapat menahan diri untuk tetap tinggal di rumah saja di bulan puasa dan di Idul Fitri nantinya. Karena dari slide dilihat terlihat pada saat kepatuhan terhadap PSBB mencapai 60%, 14 hari kemudian mulai terjadi penurunan kasus harian dan saat kepatuhan terhadap PSBB menurun kembali, kira-kira 14 hari kemudian terjadi kembali kenaikan kasus harian," ucap Iwan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3