Ramadhan di Australia saat Pandemi Corona: Adzan dan Ceramah Online

Rosmha Widiyani - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 05:12 WIB
masjid.
Foto: dikhy sasra/Ramadhan di Australia saat Pandemi Corona: Adzan dan Ceramah Online
Jakarta -

Dampak pandemi virus corona dirasakan seluruh muslim termasuk yang tinggal di Australia. COVID-19 membawa perubahan pada Ramadhan 2020 yang dijalankan muslim di negara tersebut.

Perubahan ini ternyata berdampak baik pada kehidupan umat Islam di Australia. Apalagi para muslim terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan, sambil tetap melaksanakan protokol kesehatan terkait COVID-19.

"Kesadaran masyarakat di sini bagus. Nggak ada yang ngotot, semua ikut protokol kesehatan. Ada rasa trust dari masyarakat terhadap pihak otoritas. Pemerintah serta tim medis cukup dihormati masyarakat dengan pesan yang jelas dan bagus," kata Director dan Co-founder Australia-Indonesia Connections/Program Manager Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) Rowan Gould.

Gould yang berbicara melalui channel YouTube Forum Alumni AIMEP pada Selasa (19/5/2020) menerangkan perubahan yang terjadi pada Ramadhan 2020 dengan adanya pandemi COVID-19:

1. Terdengar adzan dari masjid

Gould yang berdomisili di Melbourne menjelaskan, pemerintah lokal membolehkan penggunaan speaker untuk mengumandangkan adzan. Hasilnya adzan maghrib bisa lebih banyak didengar komunitas muslim.

Dikutip dari Anadolu Agency, adzan dikumandangkan dari dua masjid di Melbourne selama Ramadhan. Pemerintah wilayah Hume dan Dandenong, dengan komunitas warga keturunan Turki paling banyak, mengizinkan adzan dikumandangkan pada hari Jumat dan saat sholat maghrib.

2. Pembatasan di masjid

Muslim di Australia taat pada aturan setempat untuk menjaga jarak, untuk mencegah penularan virus corona. Akibatnya tidak ada Sholat Jumat atau tarawih seperti Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya.

Tadarus dan buka puasa bersama di masjid juga tak bisa dilaksanakan hingga kondisi menjadi lebih baik. Gould mengatakan, pembatasan rumah ibadah tidak hanya terjadi pada muslim tapi juga agama dan kepercayaan lain.

3. Pelatihan untuk administrasi masjid

Gould mengatakan, dengan aturan yang diterapkan pemerintah maka masjid harus beradaptasi secepatnya. Pemerintah membantu dengan menyediakan dana dan pelatihan untuk tim administrasi masjid.

"Dengan pelatihan mereka bisa mengadakan ceramah atau ibadah lain yang memungkinkan online. Pelatihan ini diperlukan karena ada komunitas yang tidak tahu cara menggunakan aplikasi zoom. Hasilnya komunitas bisa cepat beradaptasi," kata Gould.

Dengan upaya tersebut, masjid tetap bisa melaksanakan kegiatan selama Ramadhan 2020 meski dengan perubahan. Kebutuhan spiritual para muslim juga tetap terpenuhi sambil tetap menjaga jarak dan menerapkan pola hidup sehat, untuk mencegah penularan dan menekan jumlah kasus COVID-19.

(row/erd)