Golkar: Kartu Pra Kerja Bukti Negara Hadir di Tengah Pandemi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 15:39 WIB
Andi Rio Padjalangi
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom-Andi Rio Padjalangi
Jakarta -

Imbas COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir kondisi perekonomian di dunia, termasuk Indonesia, memburuk. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, sehingga pemerintah meluncurkan program Kartu Prakerja untuk mengurangi dampak tersebut.

Menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Andi Rio, kartu Pra Kerja sendiri adalah bukti kehadiran negara atau pemerintah pada saat masyarakat membutuhkan bantuan di tengah Pandemi COVID-19. Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat dalam mencari lapangan pekerjaan maupun pengembangan potensi kerja.

"Program Kartu Prakerja ini adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja dan pekerja yang terkena PHK. Selain itu juga diperuntukkan bagi pekerja atau buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi," kata Andi Rio dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2020).

Andi menyatakan Kartu Prakerja ini apabila dilihat dari tujuannya maka merupakan program yang bernilai. Program tersebut dinilai relevan dalam kondisi atau keadaan apapun juga.

"Apalagi pada saat ini, ketika kondisi ekonomi masyarakat terganggu akibat COVID-19. Jumlah pengangguran akibat dampak wabah corona diperkirakan 1,7 hingga 3,7 juta orang," ungkapnya.

Ia mengutip catatan Bappenas, yang menyebutkan jika jumlah penganggur pada 2020 diprediksi akan bertambah 4,22 juta orang. Dalam APBN 2020, sebelumnya ditargetkan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) hanya berkisar 4,8-5%. Angka ini lebih rendah dari realisasi TPT pada 2019 yang mencapai 5,28%. Namun, lantaran adanya pandemi, Bappenas melakukan penyesuaian.

Berdasarkan Outlook APBN 2020, TPT diperkirakan berada di level 7,8 hingga 8,5%. "Bertambahnya jumlah pengangguran ini akan membuka potensi munculnya angka kemiskinan baru," ucap dia.

Andi menambahkan Program Kartu Prakerja ini akan menjadi program yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Terlebih jika diperhatikan, setiap saat, jumlah pencari kerja semakin mengalami peningkatan.

"Hingga Februari 2020, BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja di Indonesia yaitu 199,38 juta orang. Jumlahnya naik sebesar 2,92 turun dibandingkan Februari 2019. Hal ini menandakan bahwa masyarakat pencari kerja masih tinggi sampai saat ini," bebernya.

Andi menilai Program Kartu Prakerja merupakan implementasi dari sikap konstitusional dari pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, atas hak setiap warga negara akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.

"Dalam rangka perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas, dan daya saing bagi angkatan kerja, maka perlu diberikan pengembangan kompetensi kerja. Apalagi pada kondisi saat ini, Program Kartu Prakerja akan semakin bernilai," jelasnya.

Dia berharap masyarakat tidak banyak berpolemik dalam menyikapi program ini. Program ini, pada dasarnya untuk membantu pekerja meningkatkan keahliannya agar memiliki daya saing.

"Sebab, terbukti program tersebut juga sudah berdaya guna untuk para peserta program tersebut. Bahkan diantaranya sudah muncul UMKM baru berkat pelatihan program ini," pungkasnya.

(ega/ega)