Pj Walkot Makassar Imbau Warga Salat Id di Rumah, tapi Izinkan di Masjid

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 14:52 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa mengenai panduan salat Idul Fitri saat pandemi Corona. Salat Id bisa dilakukan berjemaah atau sendiri-sendiri.
Ilustrasi Warga Hendak Salat Id (Getty Images/Ulet Ifansasti)
Makassar -

Pj Wali Kota (Walkot) Makassar Yusran Jusuf mengimbau warganya agar melaksanakan salat Idul Fitri (Id) di rumah masing-masing. Namun Yusran mengizinkan warga salat Id di masjid sekitar kediaman masing-masing, tapi dengan catatan.

"Kami tetap menyampaikan bahwa imbauan pemerintah agar melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing. Dan bagi saudara kita yang ingin melaksanakan di masjid, tentu harus diperhatikan betul bahwa jemaah dan lokasi kita harus menerapkan protokol kesehatan," ujar Yusran dalam rapat video conference bersama gubernur dan kepala-kepala daerah se-Sulsel di Posko Induk Info COVID-19 Pemkot Makassar, Jl Nikel, Selasa (19/5/2020).

Yusran meminta jajaran Pemkot Makassar, dari level lurah hingga pengurus masjid, bersinergi dalam menyiapkan pelaksanaan salat Id di masjid perumahan. Dia mengingatkan agar pelaksanaan salat Id betul-betul memperhatikan protokol kesehatan sehingga aman dari penyebaran virus Corona.

"Tim gugus tugas harus datang sehari sebelum pelaksanaan dan pada saat pelaksanaan salat Id untuk melakukan scanning, melakukan pengaturan, sehingga protokol kesehatan benar-benar diterapkan," tuturnya.

Lebih lanjut Yusran mengingatkan agar masjid perumahan yang menggelar salat Id menyiapkan tempat cuci tangan, pendeteksi suhu tubuh, dan seluruh jemaah diwajibkan menggunakan masker.

Sebelumnya, Yusran memang sudah mengisyaratkan membolehkan warga salat id di masjid perumahan masing-masing. Namun warga dilarang menggelar salat id di lapangan terbuka.

"Kenapa (dilarang) di lapangan, karena kalau di lapangan dikhawatirkan dari berbagai orang. Nah, ini yang tidak kita inginkan adalah cross contact (kontak langsung antar-jemaah). Yang kedua kalau di masjid masing-masing kan relatif orang sudah baku kenal di dalam," katanya.

(nvl/zak)