Dipenjara Lagi Usai Terima Asimilasi, Ini Aturan yang Dilanggar Habib Bahar

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 12:07 WIB
Habib Bahar bin Smith kembali dijebloskan ke bui. Bahar dianggap telah melanggar proses asimilasi yang diberikan Kemenkum HAM.
Habib Bahar bin Smith kembali dijebloskan ke bui karena dianggap telah melanggar proses asimilasi yang diberikan Kemenkum HAM. (Ditjen Pas)
Jakarta -

Sejatinya, Bahar bin Smith bisa lebaran 2020 di rumah karena mendapatkan proses asimilasi dari Kemenkumham. Namun, asimililasi bukan berarti bebas seutuhnya karena masih berstatus narapidana dan warga binaan. Sehingga Bahar harus tetap tunduk dengan peraturan pemidanaan dari rumah. Peraturan apa yang dilanggar Bahar?

Bahar mendapatkan asimilasi karena sudah memenuhi syarat seperti sudah menjalani setengah dari masa hukuman dan 6 bulan berturut-turut berkelakuan baik di dalam penjara.

Namun, Bahar melanggar beberapa syarat untuk tetap mendapatkan asimilasi.

"Kepada yang bersangkutan dinyatakan telah melanggar syarat khusus asimilasi, sebagaimana diatur dalam pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham Nomor 3 tahun 2018," kata Dirjen Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (19/5/2020).

Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 yaitu tentang Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat. Asimilasi adalah proses pembinaan Narapidana dan Anak yang dilaksanakan dengan membaurkan Narapidana dan Anak dalam kehidupan masyarakat.

Pasal yang dilanggar Bahar yaitu:

Pencabutan keputusan (asimilasi-red) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan, jika Narapidana dan Anak menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

Berikut bunyi Pasal 36 secara lengkap:

(1) Direktur Jenderal atas nama Menteri dapat mencabut keputusan pemberian Asimilasi yang ditetapkannya terhadap Narapidana dan Anak.
(2) Pencabutan keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan, jika Narapidana dan Anak:
a. melakukan pelanggaran tata tertib di dalam Lapas dan dicatat dalam buku register F;
b. tidak melaksanakan program Asimilasi sebagaimana mestinya;
c. melakukan pelanggaran hukum;
d. terindikasi melakukan pengulangan tindak pidana;
e. menimbulkan keresahan dalam masyarakat;
f. pulang ke rumah atau tempat lain yang merupakan tempat tinggal Keluarga atau saudara;
g. bepergian ke tempat lain yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan Asimilasi; dan/atau
h. menerima kunjungan Keluarga di tempat menjalankan Asimilasi.

Ternyata Bahar selama asimiliasi, tepatnya tanggal 16 Mei 2020 melakukan ceramah di pondok pesantrennya. Bahar yang masih berstatus narapidana tersebut memberikan ceramah yang provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah.

"Ceramahnya telah beredar berupa video yang menjadi viral, yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," ujar Reynhard.

Bahar juga dinyatakan melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam kondisi darurat COVID-19 Indonesia, dengan telah mengumpulkan massa (orang banyak) dalam pelaksanaan ceramahnya.

Atas pelanggaran syarat asimilasi itu, maka asimilasi Bahar dicabut dan kembali ia digiring ke penjara untuk menjalankan masa pemidanaan atas hukuman 3 tahun penjara karena menganiaya anak-anak. Bahar masuk kembali ke penjara, Selasa (19/5) dini hari ini.

Tonton juga video 'Momen Habib Bahar Dijemput dan Dijebloskan Kembali ke Bui':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/jbr)