Sosok Ustaz Abdul Somad di Mata Sahabat

Niken Widya Yunita - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 05:00 WIB
Ustaz Abdul Somad (Muhammad Ilman Nafian/detikcom)
Foto: Ustaz Abdul Somad (Muhammad Ilman Nafi'an/detikcom)/Sosok Ustaz Abdul Somad di Mata Sahabat
Jakarta -

Sahabat Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan buku sebagai kado milad ustaz yang disebut Tuan Guru itu. Di buku bertajuk "Guru Mengaji Dari Kampung, 43 Kisah Bersama Ustaz Abdul Somad" itu, mereka memberikan pendapatnya tentang sosok Ustaz Abdul Somad.

Sahabat Ustaz Abdul Somad itu bernama Majelis Syuro Sahabat UAS. Mereka antara lain terdiri dari Zulfadli, Iqbal Ahmed Syauqi Pulungan, Dahrizal Dahlan, Faiz Sumarno, Qurtubi Mujtaba, dan Erman Safar.

Salah seorang dari sahabat Ustaz Abdul Somad, Qurtubi Mujtaba, menyebutkan, telah mengenal Ustaz Abdul Somad sejak 2008. Saat itu Ustaz Abdul Somad baru lulus S1 dari Universitas Al Azhar Kairo dan S2 di Maroko.

Qurtubi menambahkan, pada 2008 Ustaz Abdul Somad mengajar pengajian tafsir di SMP Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru. Qurtubi merupakan Kepala Sekolah Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru.

"Awal mula saya berkenalan dengan Beliau tahun 2008, saya melihat penampilan Beliau yang sederhana. Tapi ketika menyampaikan materi sangat luar biasa," ucap Qurtubi.

Penyampaian materi Ustaz Abdul Somad yang sangat luar biasa itu, lanjut Qurtubi yakni banyak materi yang baru dia dengar walaupun temanya sudah umum. Tapi Ustaz Abdul Somad menyampaikannya dari sisi yang belum dia ketahui.

"Akhirnya beliau secara rutin mengajar di sekolah kami setiap hari sabtu untuk pengajian ahli tafsir," tuturnya.

Pada 2017, ketika nama Ustaz Abdul Somad viral dan jadwal undangan sangat padat bahkan antreannya sampai 1 tahun, Qurtubi tidak melihat ada yang berubah dari sosok Ustaz Abdul Somad. Ustaz Abdul Somad tetap sederhana, tidak sombong, dan materi yang diajarkan semakin berisi.

Bukti keluasan ilmu Ustaz Abdul Somad yakni ketika syuting Ramadhan di salah satu stasiun tv. Saat itu Ustaz Abdul Somad dapat menyelesaikan 30 episode, dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam. Dengan durasi 20 menit satu episodenya ya dan ada episode 5 menit untuk berbuka puasa dan ada jeda untuk sholat dan makan.

"Semua materi beliau kuasai. Ibaratnya beliau tinggal membuka file saja. Jadi beliau luar biasa kedalaman ilmunya, sangat menguasai bahan yang beliau sampaikan," bebernya.

Selain itu, Ustaz Abdul Somad tidak komersial dalam berdakwah, tidak pilih-pilih tempat dan siapapun yang mengundang asal mau antre, Ustaz Abdul Somad akan datang.

"Dalam setahun Beliau mengagendakan dalam seminggu itu dakwah ke pedalaman. Perjalanan ke sana naik sampan sampai 6 jam kalau berjalan kaki. Sampai saat ini masih Beliau lakukan, itu tentu tidak dibayar. Bahkan Beliau sering mengeluarkan uangnya sendiri untuk kepentingan dakwahnya sendiri tersebut," cerita Qurtubi.

Sedangkan sahabat Ustaz Abdul Somad lainnya yakni Faiz Sumarno mengatakan, Ustaz Abdul Somad adalah pembeda dari ustaz lain yang diberikan berkah dari Allah untuk menyampaikan risalah dakwah kepada umat. Seorang ustaz yang menjadi pembeda, yang memang beda dari ustaz lain.

"Seorang sahabat, guru, ulama yang rendah hati, nggak neko-neko, apa adanya," tutur Faiz.

(nwy/erd)