Kemenparekraf Pakai Jurus AADC Bangkitkan UMKM di Tengah Pandemi

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 23:06 WIB
Kain tenun
Foto: Dok. Kemenparekraf
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk beradaptasi di tengah pandemi COVID-19. Kemenparekraf mengenalkan prinsip Accept, Adapt, Digital, dan Creative Collaboration (AADC) untuk diterapkan UMKM agar dapat beradaptasi dengan kondisi pandemi.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya menjelaskan, konsep AADC mendorong UMKM untuk menerima kondisi saat ini, dan beradaptasi memanfaatkan platform digital, serta melakukan kolaborasi kreatif untuk menggerakan roda bisnis di tengah pandemi.

Nia juga mendorong masyarakat untuk saling bahu-membahu membantu produk lokal untuk bangkit, dengan cara ikut berkontribusi dalam program #BeliKreatiflokal dan #BanggaBuatanIndonesia. Ia mengatakan, program tersebut dibuat untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner, fashion, dan kriya agar mampu meningkatkan omzet penjualannya dengan optimasi promosi melalui platform e-commerce secara terintegrasi.

Nia menambahkan, pihaknya memberikan tempat bagi 500 pelaku ekonomi kreatif (ekraf) terpilih yang produknya bisa dipasarkan secara cuma-cuma. Namun, lanjut dia, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para pelaku ekraf. Persayaratan tersebut, antara lain lokasi usahanya harus berada di sekitar Jabodetabek, akun sosial media tidak boleh di mode private, pengikut (followers) dari akun pendaftar program ini tidak lebih 10.000 followers. Program ini diperuntukkan khusus untuk pelaku ekonomi kreatif bidang kuliner, fashion, dan kriya.

"Saat ini sudah ada 4.000 yang mendaftar dan 900 yang mengisi form. Nantinya akan dikurasi menjadi 500 UMKM. Mereka akan diberikan pendampingan oleh mentor-mentor profesional mulai dari pengemasan, produk, hingga promosi. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan konsultasi gratis dari ahli hukum terkait HKI yang akan diberikan pada 100 pelaku ekraf terpilih, " terang Nia.

Pada kesempatan yang sama, VP Galeri Indonesia Blibli Andreas Ardian Pramaditya mengungkapkan, Blibli.com sebagai salah satu platform e-commerce mendukung UMKM untuk bertahan di tengah pandemi dengan tidak mengambil komisi dari tiap transaksi.

"Kami terus mencari dan memberikan yang terbaik bagi merchant UMKM kami. Di tengah pandemi ini, kami memberi margin nol persen, semuanya kami kembalikan kepada para mereka di tengah pandemi ini," ungkap Andreas.

Andreas mengungkapkan, Blibli saat ini memiliki kanal khusus yaitu Galeri Indonesia yang sengaja peruntukkan bagi UMKM yang telah dikurasi produk-produknya.

"Untuk itu kami butuh komitmen yang kuat dari para seller terhadap produknya agar kepercayaan masyarakat akan produk lokal bisa terjaga. Sehingga masyarakat juga bisa bangga pada produk buatan Indonesia," kata Andreas.

(prf/ega)