Dilarang Masuk, Satpol PP dan Wartawan Hampir Adu Jotos
Senin, 19 Des 2005 20:25 WIB
Surabaya - Suasana aksi demonstrasi buruh di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya semakin memanas. Sejumlah wartawan yang meliput pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Imam Utomo dengan perwakilan buruh bersikeras untuk masuk dan hampir terlibat adu jotos dengan Satpol PP.Gara-garanya, wartawan merasa kecewa karena dilarang masuk untuk meliput suasana negosiasi yang berlangsung di lantai 7 kantor Gubernur Jatim, Jl Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (19/12/2005). Padahal, berdasarkan informasi yang diterima, Gubernur tidak melarang pertemuan tersebut. Tapi Satpol PP melarang.Tindakan Satpol PP ini membuat para wartawan sedikit kesal. Apalagi terdengar kabar dalam pertemuan tersebut ada beberapa wartawan yang sudah masuk untuk meliput.Aksi dorong-dorongan pun terjadi. Seorang wartawan yang sudah mulai kesal mencoba untuk menerobos pagar betis yang dilakukan pihak satpol PP. Namun pihak Satpol PP tersebut mendorong kembali wartawan tersebut.Spontan, aksi dorong-dorongan tidak terhindarkan. Namun aksi dorong-dorongan ini tidak menyebabkan adanya aksi adu jotos di antara kedua kubu tersebut.Aksi dorong yang berlangsung sekitar 10 menit itu akhirnya dimenangkan wartawan. Meski demikian aksi tersebut tidak menimbulkan kerusakan di gedung tersebut.Usai melewati 'rintangan pertama' wartawan langsung menyerbu ruangan rapat yang terletak di lantai 7. Aksi para wartawan ini membuat gubernur kaget. Karena tiba-tiba wartawan bisa masuk ke ruang pertemuan tersebut.Sementara itu suasana di luar gedung masih dipenuhi ribuan buruh. Mereka masih menunggu hasil negosiasi antara perwakilannya dengan Gubernur. Para buruh itu menuntut agar Gubernur menunda pelaksanaan SK 188/246/KPTS/013/2005 tentang Dewan Pengupahan.
(ary/)











































