Mukjizat Lailatul Qadar

Apakah Wanita Haid Bisa Mendapatkan Malam Lailatul Qadar?

Niken Widya Yunita - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 13:46 WIB
Silhoutte of muslim woman praying during fasting holy month of ramadan
Foto: iStock/Apakah Wanita Haid Bisa Mendapatkan Malam Lailatul Qadar?
Jakarta -

Umat Muslim berbondong-bondong melakukan amalan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. Namun ada kendala bagi wanita yang sedang haid atau nifas.

Wanita yang sedang haid atau nifas disebut tidak boleh melakukan sholat dan membaca Al Quran. Dalam buku 'Jaminan Mendapat Lailatul Qadar karya Ahmad Sarwat, Lc., MA, disebutkan, sangat terbuka kesempatan wanita yang sedang haid atau nifas untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Meski pun pilihannya jadi agak terbatas, namun tetap masih ada banyak peluang. Pilihan ibadahnya tentu bukan shalat dan membaca Al Quran. Semua itu memang terlarang. Namun selain dua jenis ibadah itu, sebenarnya masih ada begitu banyak jenis ibadah lain yang bisa dilakukan.

Berikut amalan yang dilakukan wanita yang sedang haid atau nifas agar mendapatkan malam Lailatul Qadar:

a. Zikir

Meski dalam keadaan tidak suci karena haid atau nifas, namun dzikir secara lisan itu tidak dilarang. Yang dilarang hanya sebatas membaca ayat-ayat Al Quran saja.

Bahkan para ulama sepakat apabila lafaz zikir yang dibaca merupakan iqtibas atau petikan ayat Al Quran, hukumnya tetap boleh dibaca oleh wanita yang sedang haid atau nifas. Selama niatnya bukan untuk membaca Al Quran. Niatnya zikir saja itu masih dibolehkan.

Misalnya mengucapkan subahnallah, wal hamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallaahu akbar. Semua lafaz itu ada di dalam Al Quran, namun boleh dibaca wanita haid selama niatnya bukan membaca Al Quran.

Perintah untuk beribadah dengan cara berzikir itu jelas sekali di dalam Al Quran.

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ - ١٩١

"(yaitu) Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran : 191)

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Rad : 28)


b. Doa

Berdoa adalah ibadah, bahkan menjadi inti dari ibadah, sebagaimana ungkapan doa itu adalah sumsumnya ibadah. Dan tidak seperti membaca Al Quran, berdoa itu tidak mensyaratkan pembacanya suci dari hadats, baik hadats kecil ataupun hadats besar. Sehingga wanita yang sedang mendapat darah haid atau nifas, tetap bisa rutin membaca doa. Walaupun doa itu mengambil redaksi (iqtibas) dari Al Quran, namun hukumnya dibolehkan, asalkan niatnya bukan untuk membaca Al Quran, tetapi memang untuk berdoa.

Dan berdoa itu merupakan ibadah yang diperintahkan juga dalam agama, sebagaimana firman Allah SWT berikut:

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah- Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al- Baqarah: 186).

c. Belajar Ilmu Agama

Selain zikir dan doa, belajar ilmu agama juga merupakan merupakan ibadah ritual yang punya nilai pahala yang teramat besar di sisi Allah SWT. Bahkan bisa lebih tinggi nilainya dari sekadar berzikir dan berdoa semata.

"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

"Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

"Keutamaan orang berilmu di atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Para Nabi tidaklah mewariskan dirham dan dinar, akan tetapi mereka mewarisi ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sungguh dia telah mengambil keberuntungan yang besar." (HR. Abu Dawud).

"Sesungguhnya Allah, malaikat-malaikatNya, sampai semut di sarangnya, dan ikan di lautan bershalawat untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." (HR. Thabrani.

Itulah amalan yang dapat dilakukan wanita yang sedang haid dan nifas. Semoga mendapatkan malam Lailatul Qadar.

(nwy/erd)