SBY Ingatkan KNPI Tak Bikin Program yang Ngawang-ngawang

SBY Ingatkan KNPI Tak Bikin Program yang Ngawang-ngawang

- detikNews
Senin, 19 Des 2005 17:26 WIB
Jakarta - Presiden SBY meminta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) membuat program yang konkret alias tidak ngawang-ngawang atau muluk-muluk. Pesan SBY itu disampaikan dalam pidato pembukaan Kongres XI Pemuda KNPI dan Silaturahmi Nasional Pemuda Indonesia di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (19/12/2005).Hadir dalam acara itu Ny Ani Yudhoyono, Menpora Adhyaksa Dault, Ketua DPR Agung Laksono, Menneg PAN Taufik Effendi, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Kepala BKPM M Luthfi, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, dan Presiden Pemuda Asia Datuk Sri Hirtoyo."Saya ingin KNPI ke depan punya program yang konkret dan tidak me-ngawang-awang, tidak muluk-muluk. Bantulah mereka orang-orang miskin, nelayan, buruh agar mereka jadi sejahtera dan dengan itu KNPI menjadi relevan," kata SBY.. Di tengah-tengah pertanyaan relevan tidaknya KNPI, lanjut SBY, ia tetap menganggap KNPI tetap relevan. Karena KNPI bisa melakukan partisipasi dan kontribusi nyata dalam pembangunan. KNPI harus jadi agen pembangunan. "Saya punya keyakinan Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar. Sejarah kita agung, potensi kita besar, Indonesia akan beruba jadi Indonesia yang lebih baik," katanya.Indonesia, kata SBY, harus jadi pemenang bukan yang kalah dalam perkembangan dunia yang menglobal. Karena itu, bangsa Indonesia harus mencari tatanan dunia yang baru yang selalu berubah yaitu yang penuh dengan norma dan nilai-nilai yang baru. Sebab pergerakan sebuah bangsa tidak bisa lepas dari pengaruh global. "Tapi kita jangan terpengaruh, kita harus berperan membentuk tatanan yang demokratis dan sejahtera," katanya. Karenanya, pascakrisis ada tiga hal yang harus dilakukan, yakni melanjutkan reformasi, membangun demokrasi, dan membangun kembali Indonesia.Dalam proses pemilihan ketua KNPI periode 2005-2008, ia berharap calon yang menang mengajak yang kalah, dan yang kalah menghormati yang menang. "Dalam sebuah pemilihan saya pernah kalah. Pemilihan Wapres 2001 yang lalu saya kalah, dan setelah itu keesokan harinya saya adakan konferensi pers dan saya katakan beberapa hal bahwa saya ikhlas," tuturnya. Dalam keterangan persnya, tutur SBY lagi, ia meminta maaf kepada konstituennya saya dan mengajak mereka mendukung calon yang menang. "Saya harap itu dilakukan calon ketua KNPI. Saya harap pemuda membangun bangsa ini jadi terhormat, bermartabat dan maju dalam berbagai hal," katanya.Dalam Kongres XI, ada 11 kandidat calon ketum KNPI 2005-2008 yang menandatangani komitmen untuk tidak melakukan money politics dan kampanye negatif terhadap calon yang lain.Kongres yang berlangsung selama 4 hari di Wisma Kinasih, Bogor, dihadiri 65 organisasi kepemudaan tingkat pusat, 33 DPD tingkat I, 438 DPD tingkat II, dan 24 organisasi peninjau, atau sekitar 1.100 orang peserta. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads