DPRD DKI Berencana Bahas Dugaan Korupsi soal Pembelian Tanah Saat Raker

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 11:37 WIB
Gedung DPRD DKI Jakarta
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

DPRD DKI Jakarta akan membahas kasus dugaan korupsi di PD Sarana Jaya saat rapat kerja. DPRD akan meminta kejelasan soal kasus tersebut kepada Direktur Utama (Dirut) atau manajemen Sarana Jaya Lainnya.

"Itu (memanggil Sarana Jaya) belum. Karena kan kita belum tahu. Nanti pada saat rapat kerja (raker) kita tanya," ucap Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga saat dihubungi, Senin (18/5/2020).

Raker akan diagendakan setelah pandemi Corona berakhir. Menurut Pandapotan, pembahasan dengan Sarana Jaya tidak perlu terburu-buru.

"Habis Corona (berakhir). Kita lihat lah perkembangan (kasus), kita kan belum tahu. Nanti kita tanyakan yang begitu. Kecuali kasusnya sudah kasus terbuka (ada tersangka, bisa segera dipanggil)," ucap Pandapotan.

Diketahui, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. Pembelian tanah oleh PD Sarana Jaya itu ditengarai berbalut korupsi. Sebagian pembelian tanah itu disebutkan untuk proyek rumah DP Rp 0 yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kasus ini terungkap dalam surat panggilan dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri yang ditujukan kepada sejumlah orang dari PD Sarana Jaya. Dalam surat panggilan itu, tertera dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pembelian aset yang dilakukan PD Sarana Jaya pada 2018-2020. Kasus itu masih dalam tahap penyelidikan, belum ada tersangka yang ditetapkan.

Tonton video Agar Korupsi Berkurang, Novel: Bersihkan Dulu Penegak Hukumnya:

(aik/dhn)