Bawa Cabai-Tomat ke Rumah Gubernur, Pedagang di Gorontalo Minta Pasar Dibuka

Ajis - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 11:35 WIB
Pedagan pasar di Gorontalo mendatangi rumah Gubernur untuk meminta pasar mingguan dibuka (Ajis-detikcom).
Pedagang pasar di Gorontalo mendatangi rumah Gubernur untuk meminta agar pasar mingguan dibuka. (Ajis/detikcom).
Gorontalo -

Sejumlah pedagang pasar mingguan di Gorontalo mendatangi rumah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk meminta agar pasar mingguan diizinkan buka di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Mereka datang dengan membawa barang dagangan seperti cabai hingga tomat.

Berdasarkan pantauan di kediaman Rusli, Senin (18/5/2020), tampak sejumlah pedagang pasar datang dengan membawa barang dagangannya. Setelah beberapa saat menunggu, salah seorang perwakilan pedagang kemudian diundang masuk ke dalam.

"Kita datang di sini membawa aspirasi pedagang pasar mingguan, biar pasar mingguan ini tetap diadakan. Kami dari jam lima pagi di sini. Kita hanya ingin menyampaikan aspirasi teman-teman pedagang saja. Waktu PSBB dua minggu lalu, lama juga buat kita," kata pedagang cabai, Sidin Adam, kepada detikcom.

Setelah menemui perwakilan pedagang, Gubernur Rusli menegaskan para pedagang datang bukan untuk protes. Para pedagang meminta Rusli mengadakan kembali pasar mingguan yang ditiadakan selama PSBB.

"Mereka meminta relaksasi juga istilahnya, intinya ke sana (pasar diizinkan beroperasi)," tuturnya.

Atas permintaan para pedagang tersebut, Rusli mengatakan pihaknya akan mengizinkan pasar mingguan kembali beroperasi selama PSBB, dengan catatan para pedagang mampu menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).


"Selama dijamin protokol kesehatan dijalankan ya monggo, tapi kalian pedagang bisa jamin tidak. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan lain-lain," tegasnya.

Rusli menyebut pihaknya bersama Wali Kota Gorontalo Marten Taha telah menemukan solusi agar para pedagang pasar mingguan tersebut dapat kembali berjualan di tengah PSBB. Diketahui Marten juga hadir saat menerima para pedagang.

"Khusus pasar mingguan akan kita tata sedemikian rupa memenuhi protokol kesehatan tetap jalan. Seperti jaga jarak. Kita bikin jarak-jarak, baik penjual maupun pembelinya tidak berdesak-desakan, itu intinya ekonomi tetap jalan. Kalau kita tutup semua pasar betul-betul tidak bisa berjualan, termasuk saya mau makan dari mana sedangkan bahan makanan dari sana," ucapnya.

Lautan Manusia Tumpah Ruah di Pasar Anyar Bogor!:

(nvl/nvl)