Keluarga Bocah Penjual Jalangkote di Pangkep Minta Pem-bully Diproses Hukum

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 11:22 WIB
Ilustrasi bullying
Ilustrasi Bully (Thinkstock)
Makassar -

Bocah RZ (12), asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang sehari-harinya berjualan jalangkote, menjadi korban perundungan atau bully oleh sekelompok pemuda. Pihak keluarga RZ berharap kasus ini diproses secara hukum.

"Yang jelas kita tidak terima, kami semua keluarga tidak terima kejadiannya seperti ini," kata Paman korban, RZ, Muhammad Tahir saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/5/2020).

"Kalau kami juga saya pribadi dan keluarga mewakili proses tetap berjalan karena kita tidak mau jangan sampai kejadian ini terulang terus," imbuhnya.

Dia berharap ada efek jera yang diberikan kepada para pelaku bully dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas. Harapannya, agar orang tidak seenaknya melakukan perundungan kepada orang lain.

"Misalnya bukan RZ tapi tapi anak-anak lain. Jangan sampai tidak ada efek jera, orang seenaknya mem-bully," tegas dia.

Tahir mengatakan dia bersama orang tua RZ saat ini sedang berada di kantor polisi untuk dimintai keterangan oleh penyidik. RZ pun, kata Tahir, masih berada di kantor polisi.

"Bapaknya RZ ini ada di dalam (kantor polisi) untuk dimintai keterangan. Ada juga RZ di sana," imbuhnya.

Aksi bullying kepada RS diketahui terjadi di Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma'rang, Pangkep, pada Minggu (17/5) sore kemarin. RZ, yang berjualan Jalangkote, dipukul dan didorong hingga terjatuh di jalanan oleh seorang pemuda yang diketahui bernama Firdaus (26).

Tonton video Bocah Penjual Jalangkote di Sulsel Dibully, Pelaku Diciduk!:

(fiq/idh)