Pemprov Gorontalo Perpanjang PSBB, Pasar-Tempat Ibadah Direlaksasi

Ajis - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 11:03 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memantau PSBB di wilayahnya (Ajis-detikcom).
Foto: Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memantau PSBB di wilayahnya (Ajis-detikcom).
Gorontalo -

Pemerintah Provinsi Gorontalo memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 2 pekan ke depan untuk menekan penyebaran virus Corona (COVID-19). Namun aktivitas warga di pasar dan tempat ibadah dilonggarkan atau direlaksasi di PSBB tahap kedua ini.

"PSBB diperpanjang dua minggu ke depan ada tetapinya, termasuk pasar ada relaksasi, tempat-tempat ibadah juga. Tapi kita lihat memperhatikan protokol kesehatan itu intinya, dan pergubnya saya sudah tanda tangan semalam dan berlaku hari ini hingga akhir bulan Mei," kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam keterangannya di Gorontalo, Senin (18/5/2020).

PSBB tahap kedua di Gorontalo ini efektif berlaku mulai hari ini Senin (18/5) hingga Minggu (31/5) mendatang. Dalam PSBB tahap kedua, Pemprov Gorontalo juga membatasi aktivitas warga di luar rumah dari pukul 19.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita.

"Perubahan soal waktu dan itu ada permintaan dari teman-teman bupati wali kota. Setelah kita kaji belum maksimal target dan tujuan kita untuk memutus rantai penyebaran wabah corona belum maksimal, dan itu sudah dikaji oleh teman-teman dari Universitas Negeri Gorontalo masih jauh dari harapan," ucap Rusli.

Rusli menegaskan bahwa PSBB tahap dua di Gorontalo hanya merelaksasi aktivitas warga di pasar dan tempat ibadah. Pemprov Gorontalo akan tetap menutup akses masuk ke Gorontalo dari provinsi tetangga, yakni Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

"Perbatasan di PSBB tetap kita tutup, termasuk ada orang gorontalo yang akan pulang ke Gorontalo kita harap jangan dulu pulang. Kalian harus jaga keluarga, istri, suami dan anak. Apalagi datang dari zona merah," ujar mantan Bupati Gorontalo Utara tersebut.

Sementara itu Wali Kota Gorontalo Marten Taha sepakat dengan keputusan Pemprov yang melonggarkan aktivitas warga di pasar dan tempat ibadah selama PSBB tahap kedua. Meski demikian, protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona harus tetap dilakukan di pasar dan tempat ibadah.

"Kalau dilonggarkan diberikan kesempatan pada semua daerah, jangan hanya daerah tertentu. Intinya hanya tiga yang saya minta dilonggarkan, soal pasar, tempat ibadah dan soal waktu," ungkap Marten.

Tonton video Jokowi Bicara PSBB, PAD, hingga Ancaman Gelombang Kedua COVID-19:

(nvl/nvl)