Warga Berkerumun Demi Dapat Sembako di Pasar Murah Medan

Ahmad Arfah, Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 11:02 WIB
Suasana di pasar murah yang digelar di Gedung Serbaguna, Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Suasana di pasar murah yang digelar di Gedung Serbaguna, Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Warga terlihat berkerumun di dua lokasi yang dijadikan pasar murah sembako di Medan. Mereka rela mengantre demi bisa mendapat paket sembako murah yang dijual.

Pantauan detikcom di Gedung Serbaguna, Pancing, warga terlihat berkerumun di luar pintu masuk sejak pukul 10.00 WIB, Senin (18/5/2020). Warga yang berada di luar pintu masuk itu merupakan warga yang tertahan karena terlambat datang.

Pihak panitia sendiri berulang kali mengumumkan lewat pengeras suara pihaknya hanya menyediakan 300 paket sembako murah. Tiap paket yang berisi beras 5 Kg, gula 2 Kg, minyak goreng 0,9 liter serta telur 1 papan itu dijual dengan harga Rp 110 ribu.

Panitia juga menyampaikan warga yang tak membawa KTP bakal diminta pulang dan kembali besok. Di dalam gedung, terlihat warga sudah diatur duduk dengan jarak tertentu sambil menunggu penjualan dimulai.

Suasana di pasar murah yang digelar di Gedung Serbaguna, Medan (Ahmad Arfah-detikcom)Suasana di pasar murah yang digelar di Gedung Serbaguna, Medan (Ahmad Arfah-detikcom)

Salah satu warga yang tertahan di luar area gedung, Syahrial, mengeluhkan pasar murah yang semrawut. Dia juga mengeluhkan jumlah paket yang dinilainya sangat terbatas.

"Semalam katanya dimulai jam 10 pagi, ini baru jam 10 lewat katanya udah nggak ada lagi. Jangan kayak gitulah, ini rakyat kecil. Udah mati kelaparan soalnya," ujar Syahrial.

Dia mengaku tak khawatir harus berdesakan dengan warga lainnya. Syahrial mengaku hal tersebut harus dilakukan demi bisa memenuhi kebutuhannya.

"Apapun ditempuh orang untuk perut ini," tuturnya.

Suasana di pasar murah yang digelar di gedung eks Bandara Polonia, Medan (Datuk Haris-detikcom)Suasana di pasar murah yang digelar di gedung eks Bandara Polonia, Medan (Datuk Haris-detikcom)

Kerumunan warga juga terlihat di lokasi pasar murah di gedung eks Bandara Polonia. Antrean warga terlihat di pintu masuk ke lokasi pasar murah.

Warga terlihat mengantre dengan posisi berdekatan. Antrean ini terjadi karena warga yang hendak masuk ke lokasi pasar murah harus melewati pemeriksaan suhu tubuh dan menunjukkan KTP lebih dulu.

"Saya rela antre karena di sini beda harganya, yang penting sudah pakai masker," ujar salah satu warga, Tampubolon.

Simak video Lautan Manusia Tumpah Ruah di Pasar Anyar Bogor!:

(haf/haf)