Kemnaker-Diaspora Indonesia Galang Donasi Bagi Pekerja Terdampak Corona

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 22:47 WIB
Kemnaker
Foto: dok kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Indonesia Diaspora Network (IDN) menjalankan program penggalangan dana Diaspora Peduli Family to Family (DPFF). Donasi yang terkumpul akan diberikan kepada pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan akibat pandemi COVID-19.

"Saya berharap kementerian yang saya pimpin ini dapat menjadi penyambung rejeki bagi orang-orang yang kehilangan pekerjaan. Bantuan family to family kali pertama ini, kami kreasikan karena kita sama-sama orang Indonesia, dan sama-sama memiliki keluarga meskipun berbeda," kata Menteri ketenagakerjaan Ida Fauziah dalam keterangan resmi, Minggu (17/5/2020).

Selain menyepakati penggalangan bantuan, lanjut Ida, pertemuannya dengan Pendiri IDN Dino Patti Djalal pada Jumat (15/5/2020) menghasilkan kesepakatan mengenai bantuan diaspora akan didistribusikan kepada korban PHK atau pihak dengan tingkat ekonomi paling lemah, juga masyarakat yang masuk kategori new poor.

"Kami akan terus berjalan secara paralel program kartu prakerja. Di situ ada program semi bantuan sosial akan terus bekerja. Sedangkan kelompok masyarakat yang tak terakomodasi, akan dibantu melalui program ini," ujar Ida.

Ida menjelaskan, IDN akan membantu program pelatihan dan peningkatan skill dalam program terkait di Kemnaker. IDN juga menyanggupi akan membantu secara all out untuk mencapai lebih dari target awal minimal 5000 penerima pekerja ter-PHK dan dirumahkan.

"Platformnya ada, peluang ada, dan kesempatan untuk sinergi antara pihak expertise (keahllian), dan penerima dari korban PHK juga ada," ujarnya.

Sementara itu, Dino Patti Djalal menegaskan, saat ini sebanyak 6-8 juta anggota diaspora sedunia bisa diajak untuk berdonasi kepada yang membutuhkan. Menurut Dino, program DPFF ini wujud nyata dari program pemerintah, yakni solidaritas sebagai cara untuk mengatasi dampak sosial dan ekonomi COVID-19.

"Solidaritas ini diwujudkan keluarga diaspora di luar membantu 50 dolar AS (Rp780 ribu) kepada keluarga di tanah air yang paling membutuhkan. Target kami di atas 5000 penerima," terang Dino.

Dino menyatakan, DPFF ini merupakan program yang kali pertama dilaksanakan, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Ia berharap apabila target 5000 lebih penerima tercapai, masyarakat kelas menengah Indonesia bisa terinspirasi untuk mengikuti langkah dengan model yang sama dengan program tersebut.

"Dalam vidcon tadi, sebanyak 30 perwakilan diaspora di seluruh dunia menyambut positif program DPFF dan mendukung pemerintah untuk menggalang dukungan di komunitas diaspora masing-masing," kata Dino.

(ega/ega)