Hujan-hujanan, Buruh Migran Demo Tuntut Perbaikan Hidup
Senin, 19 Des 2005 15:29 WIB
Jakarta -
Puluhan buruh migran menggelar aksi menuntut keadilan dan perbaikan hidup. Massa juga menuntut pencabutan UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri yang tidak melindungi buruh.Aksi yang diikuti sekitar 50-an buruh ini digelar di depan Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (19/12/2005), di bawah guyuran hujan lebat.Massa tiba di depan Istana Merdeka sekitar pukul 12.45 WIB ketika kondisi cuaca masih gerimis. Tapi tak lama kemudian turun hujan lebat, namun ini tak menghentikan massa buruh untuk menggelar aksinya. Massa membubarkan diri sekitar pukul 14.15 WIB.Menurut Koordinator Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia, Felix, aksi ini juga untuk memperingati Migrant Day 2005 yang jatuh pada 18 Desember kemarin. Aksi juga digelar untuk menyuarakan tuntutan buruh migran atas perbaikan kualitas hidup.Massa juga menuntut pencabutan UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Pasalnya, UU ini sama sekali tidak memberikan perlindungan kepada buruh dan hanya menyentuh aspek bisnis saja.Para buruh juga menuntut diratifikasinya Konvensi PBB Nomor 100 Tahun 1990 tentang Perlindungan Buruh Migran beserta seluruh keluarganya.Selain itu, massa juga mendesak Pengadilan Tinggi menolak banding dari pemerintah dalam sebuah kasus perburuhan. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menghukum pemerintah untuk memperbaiki kebijakan tentang buruh, dan pemerintah mengajukan banding.
(gtp/)










































