Kemdikbud Diminta Perhatikan Proses Belajar Anak Difabel Selama Pandemi Corona

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 13:39 WIB
Seorang murid sekolah dasar (SD) belajar melalui siaran streaming TVRI di rumahnya, di Padang, Sumatera Barat, Senin (13/4/2020). Kemendikbud resmi meluncurkan program
Ilustrasi belajar di rumah di masa pandemi Corona. (Iggoy el Fitra/Antara Foto)
Jakarta -

Yayasan Plan International Indonesia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk memikirkan proses belajar penyandang disabilitas selama masa pandemi Corona (COVID-19). Sebab, menurutnya, anak-anak difabel mengalami kesulitan saat belajar di rumah.

Executive Director Yayasan Plan International Indonesia Dini Widiastuti mengatakan pihaknya menerima sejumlah aduan dari anak-anak disabilitas yang mengalami kesulitan akses pembelajaran secara daring. Dia meminta Kemdikbud dalam hal ini bergerak cepat agar anak-anak ini tidak mengalami ketertinggalan belajar selama pandemi Corona.

"Selain bantuan ekonomi, kita juga masih ingat bahwa dan anak-anak itu untuk sekolahnya dengan daring begini, anak-anak yang biasa saja yang bukan penyandang disabilitas kesulitan, apalagi anak anak dengan disabilitas dengan segala keterbatasannya. Itu harus diperhatikan oleh pemerintah juga. Jadi, Kementerian Pendidikan juga bagaimana supaya anak-anak itu tidak tertinggal ya, no one life behind kan katanya termasuk juga untuk pendidikannya," ujar Dini melalui siaran langsung dari kanal YouTube BNPB, Minggu (17/5/2020).

Dini mengatakan sering kali penyandang disabilitas yang berada di desa terpencil kesulitan mendapati jaringan internet. Bahkan, kata Dini, mereka juga masih kesulitan mendapatkan listrik sehingga hanya mengandalkan media radio.

"Ya internet aja susah, listrik pun kadang-kadang ya. Televisi itu kalau di dusun dan desa tidak terkena juga, sinyalnya belum tentu juga punya TV, radio saja sudah syukur," katanya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2