Para \'Tikus\' Diminta Tobat
SBY: Imigrasi Ditata Ulang
Senin, 19 Des 2005 15:20 WIB
Jakarta - Pemerintah akan segara melakukan penataan ulang menyeluruh terhadap lembaga keimigrasian yang dinilai penuh praktek penyelewengan serius danmerugikan negara dalam jumlah besar. Langkah ini meliputi penegakan hukum pada oknum pejabat yang terlibat, sistem dan fasilitas kerja."Restrukturisasi perlu dilakukan agar lembaga ini menjadi lebih bersih, akutabel, kredibel dan profesional. Perlu penanganan cepat dan tepat, kalau tidak bisa menghambat," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2005).Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam jumpa pers usai rapat kabinet terbatas membahas rencana penataan ulang imigrasi. Rapat diikuti oleh Menlu Hassan Wirajuda, Kapolri Jenderal Sutanto Menkominfo Sofyan Djalil, Jaksa Agung AR Saleh, Menko Perekenomian Boediono dan Menkeu Sri Mulyani.Langkah retrukturisasi didukung dengan pemeriksanan penegakan hukum kepada para tersangka. Selanjutnya akan diikuti dengan peningkatan kapabilitasorganasasi termasuk pemenuhan perangkan kerja yang lebih modern, aman, dan efesien.Presiden menjelaskan, rencana retrukturisasi ini didasari pada berbagai temuan dan keluhan masyarakat tentang berbagai praktek penyimpangan oleh petugas imigrasi. Baik berlangsung di dalam negeri maupun di luar negeri.Seperti korupsi biaya fiskal perjalanan ke luar negeri yang diperkirakan merugikan negara lebih dari Rp 1 triliun. Pungutan liar terhadap pada TKW dan TKI. Pasport palsu. Kontrol daftar cekal yang lemah. Pemerasan terhadap wisatawan dan investor luar negeri."Kalau begini, siapa yang mau datang? Karena jengkel mereka akhirnya pindah ke negara lain. Padahal kita perlu kedatangan mereka demi pendapatan negara," ujar SBY.BerhentilahKepala Negara menyerukan pada seluruh oknum petugas dan pejabat imigrasi yang melakukan penyimpangan segera menghentikan praktek itu. Tindakan mereka selama ini selain merugikan dalam segi materi juga mencoreng nama baik bangsa."Masih ada waktu bagi mereka yang berlaku tidak benar untuk berbenah diri Berhentilah mereka-mereka yang melakukan penyelewengan. Saya ucapkanterimakasih pada petugas imigrasi yang bekerja dengan tulus," kata Presiden.Setelah imigrasi, langkah retruksturisasi ini juga dilaksanakan ke lembaga-lembaga negara lainnya yang sering dikeluhkan korup oleh masyarakat seperti BPN, Bea dan Cukai, Pajak dan BUMN.
(nrl/)











































