ADVERTISEMENT

Ketua MPR Salurkan Paket Sembako ke Pemulung di Jakarta

Reyhan Diandri - detikNews
Sabtu, 16 Mei 2020 17:46 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) dan Relawan 4 Pilar MPR RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako ke berbagai kelompok masyarakat. Bantuan paket sembako tersebut, kali ini ditujukan kepada para pemulung di sekitaran DKI Jakarta.

"Pemulung merupakan salah satu profesi yang berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan. Sumbangan mereka terhadap perekonomian nasional juga tak bisa diremehkan. Badan Pusat Statistik mencatat, kontribusi dari sektor persampahan, limbah, dan daur ulang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata per tahunnya di kisaran Rp 10 triliun atau hampir 1% bagi PDB," ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2020).

Hal itu ia sampaikan usai memberikan bantuan kemanusian kepada para pemulung di Jakarta hari ini. Bamsoet menjelaskan, kondisi wilayah DKI Jakarta yang masih tinggi penyebaran COVID-19 ditambah masih tingginya ketidakpatuhan warga menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat membuat pemulung rentan terpapar COVID-19. Masih banyak dijumpai, warga yang mendapatkan hak istimewa untuk Work From Home (WFH) malah keluyuran ke luar rumah dan menjadi penyebar virus COVID-19.

"Sedangkan bagi pemulung yang mengandalkan pendapatan harian, tak mungkin mereka WFH. Di sisi lain, mereka tetap harus beraktivitas demi menjaga lingkungan tetap bersih. Kesadaran masyarakat DKI Jakarta untuk menjalankan PSBB dengan WFH, akan sangat membantu kehidupan pemulung. Paling tidak, bisa meminimalisir penyebaran COVID-19," ungkap Bamsoet.

Menurut Bamsoet, agar perekonomian nasional yang kini sedang terseok-seok bisa segera pulih, kunci utamanya adalah dengan mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19. Sebesar apapun stimulus ekonomi yang diberikan, jika mata rantai COVID-19 tak segera diputus maka tak akan ada artinya.

"Semakin lama virus COVID-19 hidup di Indonesia, semakin sulit perekonomian bisa bangkit. Semakin sulit perekonomian bangkit, semakin sulit juga kehidupan masyarakat," ujar Bamsoet.

Bamsoet mengungkapkan, di Amerika saja sudah hampir 20 juta warganya di PHK (pemutusan hubungan kerja). Di Australia, 600.000 warganya mengalami nasib serupa. Demikian juga di Indonesia, badai PHK juga sudah berada di depan mata dengan tercatatnya hampir 2 juta warga yang kehilangan pekerjaan.

"Karena itu, mari gotong royong memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Yakni dengan disiplin menjaga kesehatan diri dan keluarga, taat melakukan physical distancing serta memakai masker jika terpaksa harus ke luar rumah. Dari hal sederhana itulah, kita bisa menggairahkan kembali perekonomian nasional, sehingga tak ada lagi warga yang menjadi korban PHK," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara tersebut Ketua RW Kelurahan Cipete, Ketua Umum, Wakil Ketua dan Sekjen Gerak BS Aroem Alzier, Amriyati dan Ratu Dian.

(mul/mpr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT