Depkes Waspadai Penularan Flu Burung Antarmanusia
Senin, 19 Des 2005 14:39 WIB
Jakarta - Departemen Kesehatan RI meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya penularan virus flu burung dari manusia ke manusia. Kemungkinan terjadinya penularan antarmanusia ini semakin besar setelah terjadinya 4-5 kasus cluster atau infeksi dalam satu keluarga.Hal ini disampaikan Menkes Siti Fadilah Supari dalam acara sarasehan dengan wartawan bertajuk "Flu Burung dan Masalah Kesehatan" di Gedung Penanganan Penyakit Menular Depkes, Jl. Percetakan Negara, Jakarta, Senin (19/12/2005).Sementara Direktur Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Santoso Suroso, menyatakan belum ditemukan penularan antarmanusia. Tapi kemungkinan terjadi penularan di cluster-cluster sangat kuat, terutama di Lampung, Bandung, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah."Ini merupakan daerah yang sangat padat oleh manusia dan unggas sehingga dinamika unggas, manusia, dan virus sangat tinggi," kata Santoso.Penyebaran flu burung yang kemungkinan disebabkan oleh penyebaran antarmanusia menjadi perhatian banyak pihak setelah kematian Nandang Surya yang tinggal di kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.Ketika ditanya mengenai kasus ini, Santoso menyatakan Nandang datang ke rumah sakit dalam keadaan sangat terlambat. Almarhum meninggal karena gagal ginjal, liver, dan pernafasan. Hasil tes menyatakan Nandang positif terkena flu burung.Dijelaskan, menurut data RSPI, hingga kini di daerah Jakarta dan sekitarnya terdapatnya 14 kasus yang positif flu burung, dan sembilan di antaranya meninggal.Untuk diketahui, ada enam level penularan virus flu burung. Level pertama, flu burung belum mewabah. Level kedua, flu burung mewabah pada unggas. Level ketiga, flu burung menular dari hewan (unggas atau babi) ke manusia.Level keempat, virus menular antarmanusia pada sekelompok kecil orang (cluster). Level lima, virus menular antarmanusia pada kelompok yang terlokalisasi. Level keenam, virus menular antarmanusia secara luas atau telah terjadi pandemi.Sejauh ini, WHO percaya penularan flu burung, termasuk di Indonesia, masih berada di level tiga. Namun, beberapa kasus telah menunjukkan bahwa penularan telah memasuki level empat, yang ditandai dengan ditemukannya korban flu burung dalam satu keluarga di Indonesia.Itu sebabnya Indonesia menjadi salah satu negara di dunia, di samping Cina dan Vietnam, yang diawasi betul dalam menangani virus flu burung.
(gtp/)











































