RI-Australia Siap Berantas Illegal Fishing
Senin, 19 Des 2005 14:18 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat memberantas praktik illegal fishing (pencurian ikan) yang melibatkan kedua negara. Selain itu, kerjasama di bidang perikanan dan kelautan lainnya juga siap dilakukan.Kerjasama antara kedua negara itu dibicarakan dalam pertemuan bilateral antara pemerintah RI dan Australia di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (19/12/2005).Pemerintah Indonesia diwakili Menteri Perikanan dan Kelautan Freddy Numberi. Sedangkan Australia diwakili Menteri Perikanan dan Kelautan Mc Donald."Kita sepakat masalah illegal fishing adalah problem dunia. RI dan Australia akan bekerjasama mengatasi hal itu," kata Freddy.Kerjasama yang akan dijalin menyangkut dengan patroli bersama, kampanye soal masalah-masalah yang harus dihindari dalam illegal fishing, termasuk pemulangan 275 nelayan RI yang tertangkap di Australia."Dengan kerjasama ini, pemerintah berharap notifikasi yang dipercepat, karena selama ini konsul dan kedutaan kita kurang bisa menangani hal ini," katanya.Konsul dan kedutaan RI di Australia, imbuh Freddy, selalu terlambat dalam memberikan informasi kepada pemerintah. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan pemerintah diberitahu sejak awal nelayan itu ditangkap. "Kita ingin terlibat lebih awal. Paling tidak saya berharap 1-2 minggu mereka sudah dipulangkan," katanya.Untuk langkah ke depan, kedua negara akan melakukan pembicaraan tingkat pejabat senior untuk membahas masalah ini secara lebih detil.
(umi/)











































