Round-Up

Ultimatum Polisi ke Ormas Dilarang Minta THR ke Pelaku Usaha

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Mei 2020 09:26 WIB
3 Tersangka pembunuhan hakim Jamaluddin diserahkan ke Kejari Medan. Kapolrestabes Medan Kombes Jhonny Eddizon Isir dan Kajari Medan Dwi Setyo Budi Utomo hadir.
Foto: Kapolrestabes Medan Kombes Johnny Eddizon Isir (Ahmad Arfah Fansuri-detikcom).
Jakarta -

Beredar sebuah surat dalam posting-an di salah satu akun media sosial meminta tunjangan hari raya (THR) kepada pelaku usaha. Dalam posting-an itu, surat tersebut berlogo Pemuda Pancasila (PP).

Surat bernomor 034/Q2/RTG-PP/PM/V/2020 tertanggal 4 Mei 2020 itu itu juga berisi tulisan 'Mohon Bantuan (THR)' di bagian hal surat. Terlihat tulisan 'Toko Sepatu' sebagai pihak yang dituju oleh surat itu.

Dalam surat itu, dijelaskan pihak Pimpinan Ranting PP Desa Puji Mulio, Sunggal, memohon bantuan (THR) kepada pengusaha menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

'NB: Sirup Kurnia 5 lusin," tertulis di surat itu.

Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara, Kodrat Shah, sudah mengecek soal viral surat permintaan THR dari pengurus ranting PP di Sunggal ke toko sepatu. Dia mengatakan surat tersebut benar dibuat oleh pengurus PP.

Dia mengatakan tak ada unsur paksaan atau pemerasan yang dilakukan anggotanya. Menurutnya, surat tersebut merupakan ajakan untuk saling berbagi ke masyarakat terdampak COVID-19.

"Tidak ada unsur paksaan atau pemerasan. Hanya mengajak untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak COVID-19," ucapnya Kamis (14/5/2020).

Tonton juga video Soal Ormas Minta THR, Begini Respons Para Pemilik Usaha:

Selanjutnya
Halaman
1 2