Komisi III soal Oknum Polisi Tembak TNI di Sulsel: Tahan Diri, Selalu Sinergi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sabtu, 16 Mei 2020 09:18 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni diperiksa KPK. Ia diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek di Bakamla.
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Oknum polisi Bripka H menembak istrinya dan seorang anggota Babinsa di Sulawesi Selatan (Sulsel) karena masalah pribadi. Komisi III DPR meminta anggota Polri dan TNI menahan diri dalam aspek dinasnya.

"Para anggota Polri dan TNI untuk menahan diri dalam aspek dinas dan jangan urusan pribadi berefek ke institusi besarnya. Bagi anggota yang memegang senjata mesti dicek ulang agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan kepada semua orang, baik TNI, Polri, dan sipil," kata Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni kepada wartawan, Jumat (15/5/2020).

Sahroni meminta Kapolri dan Panglima TNI mengarahkan jajarannya untuk tetap bersinergi dalam situasi pandemi virus Corona. Meski tak mempengaruhi hubungan Polri dan TNI di tingkat nasional, Sahroni meminta permasalahan itu cepat diredam dan diselesaikan.

"Kapolri dan Panglima TNI juga harus sering memberikan kultum kepada jajaran di bawahnya agar mereka tetep solid dan selalu bersinergi dalam suasana wabah COVID-19 ini," ujar Sahroni.

"Harus diredam di tingkat bawah agar permasalahan cepat selesai. Dengan suasana saat ini, TNI-Polri sudah melakukan tugasnya dengan baik, dan ini wajib dilaksanakan agar masyarakat aman dan nyaman," sambung politikus NasDem itu.

Lokasi anggota Polrestabes Makassar tembak istri dan anggota TNI di Jeneponto (dok. Istimewa)Lokasi anggota Polrestabes Makassar tembak istri dan anggota TNI di Jeneponto (dok. Istimewa) Foto: Lokasi anggota Polrestabes Makassar tembak istri dan anggota TNI di Jeneponto (dok. Istimewa)

Sebelumnya diberitakan, anggota Polrestabes Makassar Bripka H menembak istrinya dan anggota Babinsa Serda H di Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Kamis (14/5). Bripka H disebut marah melihat Serda H berada di rumah bersama istrinya. Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe mengatakan penembakan itu dipicu dugaan perselingkuhan.

"Begitu dia lihat gelap, dia masuk pelan-pelan, di garasi dilihat motor trail. Kecurigaan tambah menjadi. Pelan-pelan dia buka pintu rumah yang kebetulan tidak terkunci, masuk, terus masuk ke kamar dia temukanlah, ada ya pengakuan dari istrinya dan suaminya sendiri mengaku memang ada perselingkuhan di situ di dalam kamar," kata Irjen Mas Guntur saat dihubungi, Jumat (15/5).

Bripka H saat ini telah diamankan dan diperiksa Polda Sulsel, sementara Serda H dan istri Bripka H menjalani perawatan di rumah sakit. Irjen Mas Guntur juga meminta maaf kepada Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka atas kejadian tersebut.

"Bapak Kapolda Sulsel meminta maaf ke Pangdam dan berjanji mengusut tuntas polisi yang melakukan pelanggaran hukum itu," ungkap Kapendam Hasanuddin Kolonel Maskun.

Tonton juga video Diduga Selingkuhi Istri Orang, Pria di Probolinggo Tewas Dibacok:

(azr/mae)