Round-Up

Cerita Ngeri Wanita Medan Potong Jari Demi Asuransi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Mei 2020 05:38 WIB
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin (dok. Istimewa)
Foto: Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin (dok. Istimewa)
Medan -

Cerita ngeri datang dari salah satu wanita di Medan, Erdina Sihombing. Dia diduga sengaja memotong jarinya demi klaim asuransi.

Erdina awalnya sempat mengaku sebagai korban begal. Dia juga membuat laporan polisi soal dirinya menjadi korban begal hingga empat jarinya putus.

"Iya benar (empat jari putus). Sekarang dirawat di Rumah Sakit Murni Teguh," ujar Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago saat dimintai konfirmasi soal kabar adanya laporan wanita menjadi korban begal hingga empat jarinya putus pada Jumat (1/5).

Polisi kemudian melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Namun rupanya, tak ditemukan bukti soal kejadian seperti yang dilaporkan Erdina.

Setelah diinvestigasi lebih lanjut, termasuk memeriksa rekaman CCTV hingga saksi, ternyata peristiwa begal yang dilaporkan itu tak pernah terjadi. Erdina pun kini harus berurusan dengan hukum.

"Saat diinvestigasi, ternyata peristiwa tersebut tidak pernah terjadi," kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin, Jumat (15/5/2020).

Martuani mengatakan Erdina telah ditetapkan sebagai tersangka. Erdina dijerat sebagai tersangka karena diduga membuat laporan palsu.

"Hari ini kami tetapkan bahwa tersangkanya adalah pelapor tersebut, yaitu ES," ucapnya.

Meski laporannya diduga palsu, kata Martuani, jari tangan Erdina memang putus. Dia menduga Erdina sengaja memotong empat jari tangannya.

"Kejadian sebenarnya adalah Ibu Erdina Sihombing memotong jarinya sendiri dengan parang," ujar Martuani.