Divonis 8 Tahun Penjara, Emirsyah Satar Ajukan Banding

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 17:21 WIB
Terdakwa kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada Garuda Indonesia Emirsyah Satar (berbatik coklat) dan Soetikno Soedarjo (berbatik biru) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Sidang tersebut beragenda pemeriksaan dua saksi yang dihadirkan jaksa KPK yakni mantan Manager Administrasi & Finance Connaught International Pte. Ltd.  Sallywati Rahardja (kiri) dan karyawan PT MRA, Rita Wahyuni.
Emirsyah Satar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar mengajukan banding atas vonis yang diterimanya terkait kasus korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia. Emirsyah divonis 8 tahun penjara dalam kasus itu.

"Pak Emirsyah banding," kata pengacara Emirsyah Satar, Luhut Pangaribuan, saat dihubungi, Jumat (15/5/2020).

Luhut menilai majelis hakim tidak mempertimbangkan fakta-fakta dengan adil. Menurutnya, majelis hakim dalam mempertimbangkan alat bukti haruslah berdasarkan kebenaran materiil, bukan kebenaran formil.

"Padahal mempertimbangkan alat bukti harus materiil, tidak formil. Misalnya, PN menyebut ES (Emirsyah Satar) pernah menitipkan uang kepada SS (Soetikno Soedarjo) itu keliru. Tidak adil menimbangnya. Misalnya, tidak pernah ada pembuktian Garuda rugi. Justru sebaliknya, Garuda untung dalam pengadaan pesawat dan pemeliharaan mesin," tuturnya.

Selain itu, Luhut mempertanyakan soal pidana uang pengganti senilai SGD 2,1 juta yang dijatuhkan ke Emirsyah. Menurutnya, meskipun ada tindak pidana suap, tindakan Emirsyah itu tidak merugikan negara. Karena itu, seharusnya lepas dari tuntutan dan tidak ada uang pengganti.

"Kok out of the blue ditetapkan uang pengganti dengan suruh bayar dan rumah disita. Padahal ada yurisprudensi yang menyebut social adequat. Dalam hal sekalipun formil ada suap, jika justru negara tidak rugi, lepas dari tuntutan dan tidak ada uang pengganti," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2