Ibu Positif Corona Sempat Ditolak Beberapa RS Saat Lahiran, Anaknya Negatif

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 13:22 WIB
Poster
Foto ilustrasi virus Corona. (Edi Wahyono/detikcom)

Setelah melahirkan, Dyah dipisahkan sementara dengan bayinya. Atas hal ini, Dyah sempat merasa bingung karena tidak bisa melihat anaknya. Bahkan, ia tidak diperkenankan untuk menyusui anaknya. Hal ini dilakukan untuk melindungi bayi dari paparan COVID-19.

"Waktu itu saya bingung sebenarnya, posisi sudah habis lahiran masih sakit kayak begitu, kemudian dijauhkan dari anak. Dari lahir, anak saya, keluar itu langsung dibawa perawat ke ruang bayi. Saya nggak sempat lihat anak saya, saya nggak bisa menyusui, harus membuang ASI saya," ceritanya.

Selain Dyah, diketahui pula bahwa sang suami yang merupakan anggota TNI AD dinyatakan positif virus Corona. Kini, suaminya masih menjalani perawatan di Paviliun Soeharjo, RSPAD Gatot Soebroto. Namun, anak pertama Dyah yang juga dites swab hasilnya negatif COVID-19.

"Anak saya yang pertama selama ini tidur sama saya. Saya nggak menyangka juga dia juga negatif. Anak yang saya kandung selama 9 bulan juga negatif. Jadi saya nggak menyangka saja. Mungkin keajaibanlah. Saya harap suami cepat pulang ke rumah, lekas sembuh, semoga wabahnya cepat selesai. Anak nggak ada yang terpisah dari ibunya. Istri juga nggak ada yang terpisah dari suaminya. Seperti itu. Semoga cepat selesai wabah ini," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Staf TNI-AD (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan bahwa Dyah sempat mendapatkan penolakan dari beberapa RS. Padahal, saat itu kondisinya dalam keadaan kritis dan bisa fatal apabila tidak segera mendapatkan pertolongan.

"Saya dapat info soalnya, jadi si ibu istrinya pratu ini rupanya sudah ke satu atau dua RS sebelum ke RSPAD tapi ditolak. Ditolak kemudian minta tolong benar di RSPAD kemudian di RSPAD diterima sehingga sampai melahirkan. Dan itu sudah pecah ketuban kalau terlambat pasti meninggal," kata Jenderal TNI Andika Perkasa.

Halaman

(gbr/zak)