Ibu Positif Corona Sempat Ditolak Beberapa RS Saat Lahiran, Anaknya Negatif

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 13:22 WIB
Poster
Foto ilustrasi virus Corona. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Ibu bernama Dyah Setyaningrum menceritakan pengalamannya ketika hendak melahirkan anak keduanya. Mengingat, saat itu berdasarkan hasil swab test, dirinya positif COVID-19.

"Saya takut, takut saya. Jadi saya takut seperti kalau misalkan kandungan saya bagaimana? Anak saya yang ada di kandungan seperti apa nanti? Terus anak saya nomor 1, suami saya, semuanya. Saya takut juga dikucilkan. Lebih takut lagi nanti saya harus ke mana, saya harus lahiran di mana," kata Dyah dalam video yang dilihat detikcom melalui YouTube TNI AD, Jumat (15/5/2020).

Dyah melahirkan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Sebelumnya, ia sempat mendapatkan penolakan di beberapa RS. Awalnya, ia sempat takut apabila RSPAD Gatot Soebroto juga menolaknya. Ia tidak bisa membayangkan betapa sakitnya jika kembali menerima penolakan.

"Saya sempat takut juga sih (kalau) ternyata sampai sana saya sudah kesakitan terus ditolak seperti itu kan pasti saya harus ke mana lagi kan. Alhamdulillah-nya dari RSPAD langsung menerima saya, langsung mengecek keadaan saya sama kandungan saya, mereka langsung cek semuanya. Jadi saya bersyukur sekali karena itu," ungkapnya.

Terpisah, Tim Medis RSPAD Gatot Subroto menjelaskan kondisi pasien ketika tiba di UGD. Adapun, pasien tiba di RS pada 22 April 2020 pukul 06.15 WIB. Kondisinya, pasien mengalami pecah ketuban dengan hasil rapid tes menyatakan positif virus Corona. Setelah itu, tim medis segera melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

"Jadi lahir di UGD, sempat pecah ketuban. Kemudian rapid test-nya positif. Kemudian, kita lakukan swab di RSPAD dan hasilnya positif," kata Dokter Spesialis Anak RSPAD Gatot Soebroto dr Yenny Purnama.

Pukul 08.15 WIB prosedur persalinan berlangsung setelah pasien mengalami bukaan lengkap. Proses persalinan dilakukan oleh tim medis di ruang operasi bertekanan negatif.

Akhirnya, bayi lahir dalam kondisi bugar. Namun, karena lahir dari ibu positif Corona, tim medis pun memutuskan melakukan swab test terhadap bayi sebanyak 2 kali. Hasilnya, bayi tidak terjangkit COVID-19.

"Bayi ini lahirnya bugar. Dia lahir dari ibu positif COVID-19. Kita anggap sebagai bayi yang kontak sangat erat tinggi. Sehingga, bayi tersebut direncanakan swab dua kali, 24 jam dan 48 jam. Swab pertama dan kedua hasilnya negatif. Dan diputuskan bayi ini tidak tertular," ungkap Yenny.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2